GOSIPGARUT.ID — Peta persaingan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Rayon 6 Kabupaten Garut menyajikan kejutan. Dari sembilan sekolah yang berhasil menembus babak semifinal, lima di antaranya merupakan sekolah swasta. Sekolah-sekolah non-pemerintah ini sukses menyingkirkan belasan sekolah negeri unggulan untuk memperebutkan dua tiket menuju tingkat kabupaten.
Fenomena ini meruntuhkan stigma bahwa sekolah berlabel negeri selalu mendominasi panggung akademik. Dari total 74 sekolah negeri dan swasta yang berlaga—mencapai 90 persen dari sekitar 80 sekolah di Rayon 6—sekolah swasta justru membuktikan diri sanggup melangkah lebih jauh.
Kepala SMPN 1 Bayongbong, Herdi Mulyana, menegaskan bahwa hasil ini menjadi alarm sekaligus bukti nyata pemerataan kualitas pembinaan di lapangan. Nama besar sekolah tak lagi menjamin kemenangan.
“Ini menjadi motivasi besar bagi pengelola sekolah swasta. Ketika mereka fokus, murid-muridnya terbukti sanggup bersaing,” ujar Herdi.
Menurutnya, kesiapan guru, bobot pembinaan, dan kesungguhan siswa menjadi variabel kunci yang menentukan hasil di gelanggang lomba.
Melibas Jarak demi Panggung Akademik
Di balik ketatnya persaingan skor, ajang LCC ini menyimpan cerita perjuangan fisik para peserta. Sekolah-sekolah di wilayah pinggiran—seperti kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, Banjarwangi, Singajaya, Cihurip, Cikajang, Cisurupan, Cigedug, hingga Sukaresmi—harus menempuh rute belasan hingga puluhan kilometer menuju lokasi perlombaan.
Tantangan logistik dan jarak membuat banyak rombongan harus bergerak sejak dini hari. Bagi sebagian siswa di pelosok, perjalanan ini bahkan menjadi pengalaman pertama mereka keluar dari wilayah asal.
“Banyak pernak-perniknya. Sekolah keluar biaya tidak sedikit, sementara siswanya jarang bepergian jauh,” tutur Herdi.
Perjalanan jauh itu tak jarang memakan korban fisik. Herdi menceritakan salah satu insiden saat seorang siswi mengalami mabuk kendaraan cukup parah hingga pakaian dan jilbabnya terkena muntahan di perjalanan. Namun, kendala fisik tersebut tak meruntuhkan mental sang siswa untuk tetap tampil di arena pertarungan.
“Anaknya tetap semangat dan terus ikut lomba,” kata Herdi.
LCC Rayon 6 merupakan bagian dari perhelatan serentak yang digelar di delapan titik se-Kabupaten Garut. Ajang tahunan yang mencakup Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Lomba Cepat Tepat (LCT) ini didesain sebagai ruang uji nyali akademik dan pembuktian kualitas edukasi, tanpa memandang status negeri maupun swasta. (Yuyus)



.png)










