GOSIPGARUT.ID — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menyebabkan sebuah rumah di Kampung Patrol RT 03 RW 03, Desa Tanjungjaya, roboh pada Kamis (21/5/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi setelah curah hujan tinggi memicu pergeseran pondasi bangunan bagian belakang rumah.
Merespons kejadian itu, jajaran Polsek Banjarwangi bersama unsur Forkopimcam langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta koordinasi penanganan dampak bencana.
Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan, mengatakan hujan mulai mengguyur wilayah Desa Tanjungjaya sekitar pukul 14.30 WIB dan berlangsung lebih dari satu jam. Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat pondasi dapur rumah mengalami pergeseran.
“Akibat kondisi tersebut, tembok rumah menjadi rapuh hingga akhirnya roboh,” ujar Ipar, Jumat (22/5/2026).
Petugas yang turun ke lapangan terdiri dari Kapolsek Banjarwangi, Kasi Trantib Kecamatan Banjarwangi, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungjaya, serta anggota Satpol PP. Mereka melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sekaligus mendata dampak yang ditimbulkan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga, yakni keluarga Sumarni yang terdiri dari dua jiwa dan keluarga Ate Ismail dengan enam jiwa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp10 juta.
“Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” kata Ipar.
Selain melakukan pengecekan, aparat bersama pemerintah setempat juga memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda pergeseran tanah, retakan bangunan, maupun potensi longsor di lingkungan sekitar.
Petugas turut menyarankan warga yang rumahnya terdampak dan berada di area rawan longsor untuk melakukan relokasi sementara demi menjaga keselamatan keluarga.
Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, warga sekitar disebut ikut membantu membersihkan material bangunan yang roboh. Kehadiran aparat dan gotong royong masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memberi rasa aman bagi keluarga terdampak. ***



.png)























