GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyoroti tren penurunan angka kelahiran di Kabupaten Garut dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bekal menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Pernyataan itu disampaikan Syakur usai menghadiri kegiatan yang digelar salah satu dinas di Gedung Bela Negara, Garut, Selasa (14/7/2026). Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk, tetapi juga oleh kualitas generasi yang akan menjadi penggerak pembangunan.
“Yang paling penting adalah terbentuknya ekosistem yang memungkinkan adanya tukar pengalaman, tukar pengetahuan, dan bertukar gagasan sehingga menjadi satu kesatuan untuk membangun daerah,” ujar Syakur.
Ia mengapresiasi sinergi antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam upaya pengendalian kependudukan. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Syakur mengungkapkan, angka kelahiran di Kabupaten Garut terus menunjukkan tren menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2018, jumlah kelahiran tercatat mencapai sekitar 54 ribu bayi. Kini, jumlah tersebut berada di kisaran 40 ribu kelahiran setiap tahun.
“Penurunan ini menjadi tren yang juga terjadi di banyak daerah, bahkan di berbagai negara. Karena itu, yang harus dipersiapkan sekarang adalah kualitas sumber daya manusianya agar semakin baik,” katanya.
Menurut Syakur, perubahan tren demografi tersebut perlu disikapi dengan kebijakan yang berorientasi jangka panjang. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan setiap anak yang lahir memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, pendidikan yang berkualitas, serta peluang kerja ketika memasuki usia produktif.
Ia menilai, tantangan pembangunan ke depan tidak lagi semata-mata berkaitan dengan pengendalian jumlah penduduk. Yang lebih penting adalah bagaimana menghasilkan generasi yang sehat, memiliki kompetensi, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi maupun perkembangan teknologi.
Karena itu, Syakur berharap sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, Dinas Kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun SDM unggul yang mampu mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Garut pada masa mendatang. (Yuyus)



.png)











