GOSIPGARUT.ID — Pimpinan Pusat (PP) Santri Pasundan menyatakan dukungan terhadap sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga Sekolah Rakyat, saat beraudiensi dengan Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (1/7/2026).
Dalam pertemuan itu, PP Santri Pasundan juga mengajukan sejumlah usulan untuk memperkuat komunikasi publik agar pelaksanaan program-program nasional semakin efektif dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Pembina PP Santri Pasundan, KH Rd. Deden Fahrurozi, mengatakan organisasinya berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.
“Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat sebagai program strategis yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Deden dalam audiensi tersebut.
Menurut dia, keberhasilan program-program tersebut tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaannya di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun komunikasi yang terbuka dan mudah dipahami publik. Komunikasi yang baik dinilai penting untuk menangkal disinformasi sekaligus mengurangi dampak polarisasi yang dapat menghambat implementasi kebijakan.
Karena itu, PP Santri Pasundan mengusulkan tiga langkah strategis untuk memperkuat komunikasi publik pemerintah. Pertama, mengoptimalkan peran Badan Komunikasi Pemerintah beserta para juru bicara dalam menyampaikan perkembangan program secara rutin, disertai data dan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kedua, meningkatkan transparansi informasi mengenai penerima manfaat, distribusi program, serta penggunaan anggaran agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai dampak kebijakan sekaligus meminimalkan penyebaran informasi yang tidak akurat.
Ketiga, memastikan keberlanjutan pelaksanaan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh masyarakat di berbagai daerah dan target pembangunan nasional dapat tercapai.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, PP Santri Pasundan juga menyatakan kesiapan memfasilitasi dialog antara jajaran KSP dengan kalangan pesantren. Forum tersebut direncanakan melibatkan ribuan santri dan pengasuh pesantren di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Menurut Deden, dialog langsung diperlukan agar pemerintah dapat menyampaikan perkembangan berbagai program prioritas sekaligus menyerap aspirasi masyarakat pesantren sebagai salah satu elemen strategis dalam pembangunan nasional.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam mengawal implementasi program prioritas. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan berbagai kebijakan nasional dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat. ***



.png)














