GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bergerak cepat mengantisipasi potensi kekeringan yang mulai berdampak pada sektor pertanian. Langkah mitigasi dini disiapkan untuk menekan risiko gagal panen, menjaga ketahanan pangan, serta mencegah munculnya dampak sosial yang lebih luas.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan Sektor Pertanian di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menunggu hingga dampak kekeringan semakin meluas. Menurutnya, setiap laporan yang masuk harus segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang cepat, responsif, dan proaktif.
“Jadi hari ini kita bertemu semata-mata terkait dengan laporan dari Dinas Pertanian, ada beberapa mulai kejadian kekeringan. Ini sebagaimana yang saya sampaikan di beberapa kesempatan, kita harus responsif, bahkan kita harus proaktif. Jangan nunggu kejadian terjadi baru kita ambil tindakan,” ujar Syakur.
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan telah dimulai sejak Mei. Namun, curah hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah membuat pola musim menjadi tidak menentu.
Meski demikian, dalam sepekan terakhir telah muncul laporan mengenai wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Kondisi tersebut, kata Syakur, harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Tapi kemudian minggu ini mulai dalam beberapa lokasi sudah ada laporan (kekeringan), jadi menurut saya harus disikapi dengan cepat dan segera, jangan sampai terlambat karena menyangkut banyak hal,” katanya.
Bupati mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan kekeringan dapat memicu gagal panen yang berdampak pada terganggunya pasokan pangan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kita khawatir terjadi masalah sosial, ke mana-mana jadinya. Sosial, kelaparan, lain-lain. Sehingga begitu besar dampak yang terjadi, maka kita harus segera memitigasi dan melakukan tindakan-tindakan konkret di lapangan,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Syakur menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk meningkatkan pemantauan kondisi di wilayah masing-masing. Mereka juga diminta segera melakukan langkah mitigasi sejak dini agar dampak kekeringan terhadap masyarakat maupun sektor pertanian dapat diminimalkan.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan pemerintah kewilayahan, Pemkab Garut berharap upaya antisipasi dapat berjalan lebih efektif sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah ancaman musim kemarau. ***



.png)














