Kesehatan

Kasus ISPA di Garut Turun Drastis, Dinkes Tetap Minta Warga Waspadai Penyakit saat Musim Kemarau

×

Kasus ISPA di Garut Turun Drastis, Dinkes Tetap Minta Warga Waspadai Penyakit saat Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Lely Yuliani.

GOSIPGARUT.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mencatat penurunan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa pekan terakhir. Jika sebelumnya jumlah kasus baru mencapai sekitar 57 hingga 58 kasus per minggu, kini angkanya terus menurun menjadi sekitar 12 kasus, kemudian 10 kasus, dan pada pekan terakhir hanya tercatat tiga kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Lely Yuliani, mengatakan tren penurunan tersebut menjadi kabar baik di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari berbagai penyakit yang rentan muncul saat cuaca panas.

“Alhamdulillah, dalam tiga minggu terakhir jumlah kasus terus menurun. Sebelumnya bisa mencapai 57 sampai 58 kasus per minggu, sekarang tinggal sekitar 12, kemudian 10, dan minggu kemarin tercatat tiga kasus,” ujar Lely.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 Melonjak, ACT Garut Salurkan APD ke RSU dr Slamet

Menurut Lely, musim kemarau membawa sejumlah risiko kesehatan yang perlu diantisipasi. Selain suhu udara yang tinggi berpotensi menyebabkan dehidrasi, kondisi lingkungan yang kering dan berdebu juga dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan maupun sistem pencernaan.

Ia menjelaskan, debu yang beterbangan dapat mengontaminasi makanan yang tidak tertutup dengan baik. Apabila makanan tersebut dikonsumsi, risiko terjadinya penyakit pencernaan, seperti diare, akan meningkat.

Di sisi lain, paparan debu di udara juga dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Angin yang bertiup kencang selama musim kemarau dapat membawa partikel debu yang memicu iritasi sekaligus meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan, terutama pada masyarakat dengan daya tahan tubuh yang menurun.

Baca Juga:   Kabupaten Garut Darurat Kemarau, Lahan Mengering dan Warga Kesulitan Air

“Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan. Walaupun cuaca panas, penularan penyakit saluran pernapasan masih bisa terjadi, apalagi jika daya tahan tubuh menurun dan lingkungan berdebu,” kata Lely.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mengimbau masyarakat agar memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Warga juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan berdebu serta menjaga kebersihan makanan dengan memastikan makanan selalu tertutup sebelum dikonsumsi.

Baca Juga:   Gebyar Senam Germas dan Skrining Kesehatan, Peringati HJG ke-211 Ala Dinkes Garut

Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, atau sesak napas, maupun gangguan pencernaan seperti diare. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Dinkes Garut berharap tren penurunan kasus ISPA dapat terus dipertahankan melalui kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan, terutama selama musim kemarau yang masih berpotensi memicu berbagai penyakit. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *