GOSIPGARUT.ID — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Garut akan menggelar Pesantren Jurnalistik Ramadan 1447 Hijriah pada 11–12 Maret 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pesantren Luhur Al-Wasilah, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Mengusung tema “Jurnalisme Beretika, Berempati, dan Berdampak bagi Masyarakat”, agenda ini tidak hanya menghadirkan diskusi dan penguatan kapasitas jurnalistik, tetapi juga bakti sosial santunan bagi kaum dhuafa serta peluncuran buku pemikiran keislaman.
Ketua IJTI Korda Garut, Wildan Fadilah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi profesi sekaligus penguatan peran sosial jurnalis di bulan Ramadan.
“Kami ingin menegaskan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, tetapi juga panggilan moral. Melalui Pesantren Jurnalistik ini, kami mendorong lahirnya jurnalis yang beretika, berempati, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Wildan, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial. Karena itu, IJTI menggabungkan penguatan kompetensi jurnalistik dengan aksi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadan adalah bulan berbagi. Kami ingin teman-teman jurnalis tidak hanya belajar tentang etika dan kualitas pemberitaan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi sosial melalui santunan kepada kaum dhuafa,” katanya.
Selain kegiatan diskusi, IJTI Korda Garut juga akan meluncurkan buku berjudul “Islam Jalan Peradaban: Pemikiran KH. Thonthowi Djauhari Musaddad” karya Janur M. Bagus.
Janur dikenal sebagai anggota IJTI dan jurnalis Garuda TV. Ia juga aktif mengasuh komunitas diskusi Majelis Ngopi Tak Lazim yang mendorong dialog pemikiran keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan di Garut.
Buku tersebut mengangkat gagasan KH. Thonthowi Djauhari Musaddad, ulama kharismatik pengasuh Pesantren Al-Wasilah yang dikenal luas melalui pandangan keislamannya yang moderat dan inklusif. Dalam berbagai pemikirannya, KH Thonthowi menekankan pentingnya harmoni antara nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Puncak kegiatan bakti sosial dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, yang akan mempertemukan jurnalis IJTI dengan masyarakat penerima santunan dalam suasana kebersamaan Ramadan.
Wildan berharap kegiatan tersebut dapat mempererat solidaritas antarjurnalis sekaligus memperkuat citra jurnalisme yang humanis dan berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik sebagai peserta maupun mitra kolaborasi, guna mewujudkan jurnalisme yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. ***



.png)
























