GOSIPGARUT.ID — Kasus dugaan intimidasi yang menimpa konten kreator asal Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, berakhir damai. Holis Muhlisin (31), yang videonya sempat viral setelah mengunggah kondisi jalan rusak di wilayahnya, akhirnya menyepakati perdamaian dengan Kepala Desa Panggalih, Wahyu, beserta keluarganya.
Perdamaian tersebut dituangkan dalam sebuah surat perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak di Kantor Kecamatan Cisewu, Jumat (9/1/2025). Inti kesepakatan itu adalah mengakhiri perseteruan, menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif, serta tidak melanjutkan persoalan ke jalur hukum.
“Kami sepakat islah, dan tidak akan memperbesar masalah yang pernah terjadi,” kata Wahyu saat dihubungi seusai penandatanganan perjanjian damai.
Penandatanganan dilakukan oleh Holis Muhlisin dan Wahyu, serta disaksikan Camat Cisewu Ade Poniman bersama unsur Forkopimcam lainnya. Wahyu menegaskan, perdamaian dicapai dengan niat tulus dari kedua belah pihak.
“Pokoknya antara kami, keluarga, dengan Saudara Holis sudah berdamai. Dengan hati bersih kami saling memaafkan kealfaan dan kekhilafan yang telah terjadi,” ujarnya.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik, tak hanya di Jawa Barat, tetapi juga nasional. Video Holis yang memperlihatkan dugaan intimidasi setelah mengkritik kondisi jalan desa ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai reaksi masyarakat.
Sebelum tercapainya perdamaian, Holis dan keluarga Kades Panggalih sempat dipanggil oleh Bupati dan Wakil Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin–Putri Karlina, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Para pimpinan daerah itu mendorong kedua pihak menempuh jalan rekonsiliasi demi kebaikan bersama.
Dengan kesepakatan damai ini, kedua pihak berharap polemik yang sempat memanas dapat berakhir dan situasi di Desa Panggalih kembali kondusif. ***


.png)











