GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut Putri Karlina berdialog langsung dengan seorang konten kreator asal Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang sempat viral di media sosial usai mengaku mengalami intimidasi. Video dialog tersebut diunggah melalui akun TikTok @putri.karlina14 pada Senin (5/1/2025) dan menuai perhatian publik.
Konten kreator bernama Holis Muhlisisin sebelumnya menjadi perbincangan luas setelah mengunggah sejumlah konten terkait kondisi jalan rusak di wilayahnya. Unggahan itu diduga berujung intimidasi oleh empat orang yang disebut-sebut masih memiliki hubungan keluarga dengan Kepala Desa Panggalih.
Dalam dialog yang berlangsung santai namun sarat pesan, Putri Karlina menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara. Ia memastikan pemerintah daerah tidak antikritik dan justru perlu bersikap dewasa dalam menyikapi aspirasi masyarakat.
“Saya memastikan bahwa masyarakat siapa pun bebas mengkritik, boleh membuat konten, tidak usah takut. Yang seharusnya dewasa adalah pemerintahnya,” ujar Putri Karlina dalam video tersebut.
Holis pun mengamini pernyataan itu. Saat ditanya mengenai perasaannya setelah namanya ramai diperbincangkan hingga tingkat nasional, ia mengaku senang dan bersyukur. Menurutnya, perhatian publik tersebut menjadi pengalaman baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Holis juga menyampaikan pesan perdamaian dengan menggunakan Bahasa Sunda. Ia menekankan bahwa seluruh warga pada dasarnya adalah saudara dan tidak seharusnya terpecah oleh perbedaan pendapat.
“Upami abdi mah hoyong ieu teh urang dulur kabeh. Tos ulah aya istilah gantar kakaitan cadas sapaan. Peace, brother. Kita semua bersaudara,” ucap Holis.
Putri Karlina turut mengakui adanya tantangan dan keterlambatan pembangunan, khususnya di wilayah Garut Selatan. Namun, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pembangunan yang membutuhkan waktu dan tahapan.
Dialog itu ditutup dengan pesan dukungan dan doa bagi Holis dan keluarganya. Putri Karlina berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama, sekaligus penguat komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kritik dan aspirasi masyarakat secara sehat dan konstruktif. ***

.png)




















