Jawa Barat

DPRD Jabar Soroti Krisis Guru di Daerah Pelosok: Mutu Pendidikan Kian Terpaut Jauh

×

DPRD Jabar Soroti Krisis Guru di Daerah Pelosok: Mutu Pendidikan Kian Terpaut Jauh

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung.

GOSIPGARUT.ID — Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti persoalan klasik yang belum tuntas di dunia pendidikan: ketimpangan mutu antarwilayah. Salah satu biang keladinya adalah distribusi guru yang tidak merata dan kerap tak sesuai bidang keahlian, terutama di daerah pelosok seperti Kabupaten Majalengka dan wilayah selatan Jawa Barat.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, menyebut masalah tenaga pendidik menjadi faktor penentu utama kualitas pendidikan di Jawa Barat. Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan guru — baik dari sisi jumlah maupun kompetensi — seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kami melakukan evaluasi terhadap sejumlah program, terutama pembangunan ruang kelas baru, unit sekolah baru, maupun rehabilitasi, serta berbagai aspek pendukung lainnya yang berdampak langsung terhadap mutu layanan pendidikan,” ujar Yomanius dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga:   Pemprov Jabar Siapkan Rp60,8 Miliar untuk THR PPPK Paruh Waktu, Cair Tunggu PP Terbit

Dalam evaluasi semester II Tahun Anggaran 2025, Komisi V menemukan bahwa pelaksanaan kebijakan pendidikan di sejumlah kabupaten/kota belum berjalan efektif. Pemerataan fasilitas fisik memang meningkat, namun kualitas sumber daya manusianya masih jauh tertinggal.

“Kami berfokus menyisir berbagai persoalan pendidikan di lapangan. Tentunya akan ada solusi konkret dari pihak terkait, terutama dinas pendidikan,” kata Yomanius.

Baca Juga:   Jumlah Korban Akibat Demo Mahasiswa di Bandung Catat 95 Orang

Ia mengakui, ketimpangan distribusi guru telah berlangsung cukup lama. Kondisi ini menimbulkan paradoks: sekolah di perkotaan kelebihan guru, sementara di pedesaan banyak ruang kelas kosong tanpa pengajar tetap. Tak jarang, satu guru harus mengampu beberapa mata pelajaran di luar bidangnya.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai ketersediaan guru yang belum linear dengan mata pelajaran yang diampu. Karena bagi kami, mutu pendidikan bukan hanya soal akses, tapi juga kompetensi pengajar,” tegasnya.

Selain persoalan distribusi, Yomanius juga menyoroti aspek kesejahteraan dan aksesibilitas guru di daerah terpencil yang masih rendah. Banyak tenaga pendidik enggan ditempatkan di wilayah jauh karena minim fasilitas dan insentif.

Baca Juga:   Fraksi PDIP Ucapkan Selamat Atas Dilantiknya Rudy Gunawan -- Helmi Budiman

Ia menambahkan, DPRD Jabar berkomitmen mendorong pemerintah provinsi untuk menyiapkan langkah strategis dalam mengatasi ketimpangan pendidikan. Termasuk mempercepat rekrutmen dan redistribusi guru sesuai kebutuhan daerah.

“Kami ingin memastikan arah pembangunan pendidikan di Jawa Barat benar-benar merata dan sesuai amanat Undang-Undang serta Peraturan Daerah tentang Pendidikan,” pungkasnya. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *