Berita

DPRD Jabar Soroti Bantuan Pertanian di Garut: Benih Dinilai Bermasalah, Hama Tikus Ancam Panen

×

DPRD Jabar Soroti Bantuan Pertanian di Garut: Benih Dinilai Bermasalah, Hama Tikus Ancam Panen

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Benih padi (pertanian).

GOSIPGARUT.ID — Program bantuan pertanian di Kabupaten Garut menjadi sorotan DPRD Provinsi Jawa Barat. Hasil pengawasan di lapangan mengungkap sejumlah persoalan, mulai dari kualitas benih padi yang dinilai kurang baik hingga serangan hama tikus yang berdampak pada turunnya hasil panen petani.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Ahab Sihabudin, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil dialog langsung dengan petani saat agenda pengawasan di daerah pemilihannya.

“Ini bukan sekadar keluhan, tetapi kondisi riil yang dialami petani di lapangan. Temuan ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah,” kata Ahab kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:   Bupati Syakur Amin Berambisi Garut Jadi Tuan Rumah PON 2030, Apa Alasannya?

Pengawasan itu melibatkan petani dari sejumlah wilayah sentra pertanian di Garut, di antaranya Kecamatan Wanaraja, Karangpawitan, dan Sukawening. Dalam pertemuan tersebut, petani menyampaikan keresahan terkait program pertanian yang belum sepenuhnya menjawab persoalan mereka.

Salah satu masalah utama yang mencuat adalah serangan hama tikus yang semakin masif dan belum tertangani secara optimal. Kondisi ini disebut berdampak langsung pada penurunan produktivitas lahan pertanian.

“Petani saat ini menghadapi kenyataan hasil panen yang berkurang. Salah satu penyebab utamanya adalah hama tikus,” ujar Ahab.

Selain hama, DPRD Jabar juga menyoroti kualitas bantuan benih padi yang diterima petani. Benih tersebut dinilai tidak memberikan hasil panen yang maksimal, sehingga tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan petani.

Baca Juga:   Garut Alokasikan Anggaran Alat Kesehatan Penanganan Corona Sebesar Rp2,5 Miliar

Menurut Ahab, bantuan benih seharusnya menjadi solusi bagi petani, bukan justru menambah persoalan baru. Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi, termasuk kemungkinan penggantian varietas benih yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan.

“Kalau benihnya tidak berkualitas, petani sulit mendapatkan keuntungan. Ini harus dibenahi,” katanya.

Meski isu pertanian bukan berada langsung di komisi yang membidanginya, Ahab memastikan temuan tersebut akan tetap dibawa ke forum DPRD Jawa Barat untuk dibahas lebih lanjut.

Baca Juga:   Cegah Corona, Tempat Hiburan Malam di Garut Ditutup Sementara

“Ini daerah pemilihan kami. Apa pun persoalan yang berdampak pada masyarakat, tetap menjadi tanggung jawab kami untuk menyuarakannya,” ujarnya.

Ahab menegaskan, persoalan pertanian tidak bisa dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Terlebih, pemerintah pusat tengah mendorong program swasembada pangan nasional.

“Kalau persoalan hama dan benih tidak ditangani dengan serius, target ketahanan pangan akan sulit tercapai. Harus ada langkah nyata dan maksimal,” kata Ahab. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *