Berita

Janji BLT Rp2 Juta Bupati Garut: Menanti Data Akurat dan Dana Siap

×

Janji BLT Rp2 Juta Bupati Garut: Menanti Data Akurat dan Dana Siap

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

GOSIPGARUT.ID — Janji kampanye Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 2 juta per kepala keluarga (KK) dipastikan tetap berjalan. Namun, program ini hanya menyasar kelompok Desil 1— yaitu 10 persen penduduk termiskin — yang belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Syakur di tengah meningkatnya diskusi publik soal kepastian waktu pencairan BLT tersebut. “Bantuan itu untuk warga Desil 1 yang tidak mendapatkan bantuan pemerintah. Saat ini kami sedang memverifikasi data agar penyalurannya tepat sasaran,” ujar Syakur kepada wartawan, Minggu, 10 Agustus 2025.

Berdasarkan data Dinas Sosial Garut, jumlah warga yang masuk Desil 1 diperkirakan mencapai 25 ribu kepala keluarga (KK). Sebagian telah terjangkau program seperti BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan PKH, namun masih ada keluarga yang luput dari pendataan. Mereka inilah yang menjadi target utama BLT baru tersebut.

Baca Juga:   Bupati Garut Tekankan Percepatan Reaktivasi BPJS PBI untuk Warga Rentan

Syakur mengakui, tantangan terbesar ada pada dua hal: akurasi data dan kesiapan anggaran. Pemkab Garut kini tengah mengutak-atik APBD 2025 untuk mengakomodasi program ini. “Kondisi keuangan memang ketat, tetapi penanganan sosial dan pengentasan kemiskinan tetap prioritas,” tegasnya.

Langkah strategis yang dilakukan antara lain pendataan ulang melalui Basis Data Terpadu (BDT) untuk memastikan tidak ada penerima ganda dan semua penerima benar-benar masuk kategori miskin ekstrem. Warga pun diimbau aktif berkoordinasi dengan aparat desa atau kelurahan guna memastikan nama mereka tercatat.

Baca Juga:   19 Ribu Warga Garut Dilaporkan Ingin Jadi PNS, Namun Hanya 5 Persennya yang Kesampaian

Jika proses verifikasi selesai dan sumber pendanaan telah disepakati, Rp2 juta per KK ini diharapkan dapat segera cair. Bagi warga miskin, bantuan tersebut bukan sekadar angka, tetapi penopang hidup di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik dan tekanan ekonomi yang belum reda. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *