GOSIPGARUT.ID — Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah cita-cita Mohammad Fayyadh sejak lulus dari bangku SMA. Apalagi setelah menjadi sarjana Agro Teknologi Universitas Padjajaran (Unpad) di tahun 2022, keinginan untuk mengamalkan ilmunya lewat jalur aparatur sipil negara (ASN) kian besar.
Maka, ketika ada peluang untuk masuk menjadi peserta rekrutmen calon PNS yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, pria berusia 25 tahun ini pun mendaftarkan diri guna mengikuti seleksi CPNS tersebut.
Hasilnya cukup menggembirakan bagi warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung itu. Mohammad Fayyadh lolos dalam seleksi yang diikuti oleh ribuan peserta. Dan lebih menggembirakan lagi, karena bidang formasi CPNS yang didapatkannya sesuai dengan disiplin ilmu yang ia ambil dari Unpad.
“Saya lolos menjadi POPT (Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan) pada seleksi CPNS tahun 2024. Pada awal 2025, saya ditugaskan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menjadi POPT di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut,” jelas Mohammad Fayyadh, Selasa (22/7/2025).
Ia menuturkan, POPT adalah tenaga teknis di bidang perlindungan tanaman yang bertugas memantau, mengidentifikasi, dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman di lapangan, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.
Jadi, ditugaskannya Mohammad Fayyad oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menjadi OPT di Kecamatan Talegong, tujuannya tak lain untuk memantau, mengidentifikasi, dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman di kecamatan paling barat di Kabupaten Garut itu.
Kecamatan Talegong, bagi Mohammad Fayyadh sendiri, bukan merupakan daerah yang asing atau baru dikenal. Sebab, sebelum ia ditugaskan menjadi abdi negara ke kecamatan itu, sudah sering lewat atau singgah di Talegong apabila sedang melakukan perjalanan ke pantai selatan Garut.
“Makanya, ketika saya datang ke Talegong pun, saya langsung betah. Apalagi sekarang sudah agak lama tinggal di sini, juga Talegong tidak jauh dari tanah kelahiran saya, Ujungberung,” terang Mohammad Fayyadh.
Menurut dia, warga Kecamatan Talegong cukup berpikiran terbuka (open minded) dalam menerima dirinya baik sebagai pribadi maupun petugas pemerintah. Dalam berinteraksi sehari-hari warga mau menerima, mempertimbangkan, atau mendengarkan pendapat, pandangan, dan pengalaman orang lain — meskipun berbeda dengan keyakinan atau kebiasaan sendiri.
Menyoal kondisi organisme pengganggu tumbuhan di Kecamatan Talegong dan tingkat ancaman serta dampaknya, Mohammad Fayyadh menuturkan, khusus tikus sawah serangannya dalam kategori ringan hingga waspada, namun sudah dilakukan pengemposan dan gropyokan.
Sementara wereng, blas, BLB, dan penggerek: Risiko meningkat di musim kemarau basah. Pengendalian dilakukan dengan pendekatan terpadu. Sedangkan ulat (termasuk jenis graya), potensi serangannya mendadak yang bisa mengakibatkan turunnya hasil panen.
“Terakhir jamur atau busuk batang, muncul di musim hujan. Pencegahan melalui sanitasi lahan dan pemeliharaan irigasi,” pungkas dia. ***



.png)























