Berita

Jalur Bandung–Rancabuaya Masih Menyisakan PR: Talegong–Cisewu–Caringin Perlu Diperlebar

×

Jalur Bandung–Rancabuaya Masih Menyisakan PR: Talegong–Cisewu–Caringin Perlu Diperlebar

Sebarkan artikel ini
Sebagian ruas jalan rute Kecamatan Cisewu -- Caringin berkondisi mulus tapi masih sempit dan perlu diperlebar.

GOSIPGARUT.ID — Jalan provinsi Bandung–Rancabuaya kembali jadi sorotan. Jalur sepanjang lebih dari 120 kilometer ini bukan sekadar penghubung ibukota Jawa Barat dengan pesisir selatan Garut, tapi juga nadi ekonomi yang menggerakkan perdagangan, pertanian, hingga pariwisata.

Perjalanan dimulai dari Bandung, melewati Banjaran, Pangalengan, hingga Cisewu, lalu berakhir di Pantai Rancabuaya. Sepanjang rute, mata disuguhi bentangan kebun teh, perbukitan terjal, dan jurang-jurang yang menganga di sisi jalan. Indah, tapi penuh tantangan.

“Kalau malam, jalannya sepi dan berkabut. Banyak tikungan tajam yang butuh konsentrasi ekstra,” kata Asep Mulyadi, warga Cisewu, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Baca Juga:   40 Truk Angkutan Batu dan Pasir di Garut Terkena Tilang Polisi karena Bawa Muatan Melebihi Kapasitas

Jalan provinsi Bandung–Rancabuaya masih menyimpan pekerjaan rumah (PR) besar. Meski sebagian ruas sudah mulus, segmen Talegong–Cisewu–Caringin justru menjadi titik rawan sekaligus keluhan utama pengendara.

Jalur sepanjang lebih dari 120 kilometer ini menghubungkan Bandung dengan pesisir selatan Garut. Dari Pangalengan, kendaraan diarahkan ke Talegong, lalu masuk ke Cisewu, hingga Caringin, sebelum akhirnya bertemu laut di Pantai Rancabuaya. Pemandangan kebun teh dan perbukitan memang memanjakan mata, namun jalan sempit dan berliku di kawasan ini kerap menjadi tantangan berat.

“Kalau dua mobil berpapasan, salah satunya harus mengalah. Banyak tikungan tajam, jalannya sempit, apalagi kalau kabut turun,” ujar Dudi, warga Talegong.

Baca Juga:   Relawan Prabowo-Sandi Desak Bawaslu Usut Kecurangan di Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakui, pelebaran dan perbaikan ruas Talegong–Cisewu–Caringin sepanjang 30 kilometer mendesak dilakukan. Selain rawan longsor di musim hujan, jalur ini adalah satu-satunya akses utama distribusi hasil perkebunan Pangalengan dan Cisewu menuju Garut selatan.

Seorang pejabat Dinas Bina Marga Jabar menegaskan, pembenahan jalur tersebut penting untuk memperlancar logistik dan wisata. “Kalau akses ini diperlebar, pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan akan jauh lebih cepat,” ujarnya.

Sejauh ini, sebagian titik sudah mendapat tambalan aspal, tetapi belum cukup untuk menjawab kebutuhan. Kondisi jalan yang curam, sempit, dan berliku membuat kendaraan besar kesulitan melintas. Warga berharap, pelebaran jalur segera terealisasi agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

Baca Juga:   Penguatan Program Makan Bergizi Gratis, Garut Jadi Lokasi Uji Petik BGN dan Bappenas

Meski menyimpan persoalan, jalur Bandung–Rancabuaya tetap memikat. Setiap tikungan menawarkan lanskap menawan. Namun, tanpa perbaikan serius di segmen Talegong–Cisewu–Caringin, jalur vital ini akan terus menjadi “jalan ujian nyali” bagi para pengendara. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *