Berita

Internet Lemot dan Listrik Sering Padam, Talegong Terisolasi di Era Digital

×

Internet Lemot dan Listrik Sering Padam, Talegong Terisolasi di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Tugu Goong, ikon Kecamatan Talegong yang dibangun di Alun-alun Talegong.

GOSIPGARUT.ID — Kecamatan Talegong di Kabupaten Garut menjadi sorotan akibat buruknya kualitas jaringan internet yang membuat warganya kesulitan mengakses informasi digital. Dari 42 kecamatan di Garut, Talegong disebut-sebut sebagai wilayah dengan konektivitas terlemah, bahkan di beberapa titik masih berstatus blankspot.

Jaringan internet di Talegong dinilai sangat lambat oleh warga. Beberapa dari mereka menggambarkan kecepatannya seperti “jalan siput”, menyebabkan aktivitas digital terganggu, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan. Tidak hanya satu atau dua operator, semua penyedia layanan seluler termasuk Telkomsel pun tak mampu memberikan layanan maksimal di wilayah ini.

Warga tujuh desa di Kecamatan Talegong, yakni Sukamulya, Sukalaksana, Sukamaju, Mekarmulya, Selaawi, Mekarmukti, dan Mekarwangi, menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka yang bekerja sebagai pelaku usaha daring, pegawai pemerintahan, hingga wartawan mengalami kesulitan menjalankan aktivitas harian berbasis internet.

Baca Juga:   PDI Perjuangan Bentuk 16 Ranting dan 110 Anak Ranting di Talegong dan Cisewu

“Internet di Talegong kayak jalan siput,” ujar Dudi, salah satu warga setempat, Senin (4/8/2025).

“Kalau mau buka email atau kirim laporan kerja, kadang harus jalan cari sinyal ke bukit atau jalan desa,” tambah Asep, warga lainnya.

Permasalahan ini bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, jaringan internet di Talegong belum pernah mencapai kondisi ideal seperti kecamatan lain di Garut. Kondisi makin diperparah selama musim hujan, ketika infrastruktur telekomunikasi dan kelistrikan kerap terganggu.

Baca Juga:   Putri Karlina Ingatkan Guru Garut: Era Digital Tak Bisa Lagi Dididik dengan “Mode 90-an”

Kecamatan Talegong berada di wilayah selatan Garut, dengan kondisi geografis pegunungan yang sulit dijangkau. Sejumlah desa di wilayah ini masih berada di zona blankspot, di mana akses sinyal nyaris tidak ada. Beberapa warga bahkan harus berjalan jauh ke lokasi tertentu hanya untuk mendapatkan sinyal internet yang stabil.

Keterbatasan infrastruktur jaringan serta belum meratanya pembangunan menara BTS menjadi penyebab utama lambatnya internet di Talegong. Selain itu, gangguan pasokan listrik yang sering padam hingga belasan jam juga memperparah situasi, membuat perangkat seperti modem dan router tidak dapat berfungsi.

“Kalau listrik padam, kami cuma bisa simpan HP dan laptop. Talegong bisa gelap total sampai 24 jam,” terang Ahmad, warga lainnya.

Baca Juga:   Fibonacci Retracement: Cara Mudah Analisis Support & Resistance

Sebagian warga memilih beradaptasi dengan mencari titik-titik strategis untuk mendapatkan sinyal. Namun solusi itu tidak bersifat jangka panjang. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak penyedia layanan telekomunikasi segera membangun infrastruktur memadai untuk memastikan warga Talegong tidak tertinggal di era digital.

Permasalahan konektivitas dan listrik ini menandai tantangan besar bagi pemerataan akses digital di wilayah pelosok. Talegong kini menunggu langkah konkret dari pemangku kepentingan agar warganya bisa ikut menikmati kemajuan teknologi seperti masyarakat di daerah lain. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *