GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, melaporkan bahwa panen raya jagung di Kecamatan Limbangan mencakup luas 2.500 hektar, dengan 1.200 hektar di antaranya berada di Desa Pangeureunan. Sisanya tersebar di delapan desa lainnya, termasuk Simpen Kaler, Pasirwaru, Cijolang, hingga Surabaya.
Secara keseluruhan, luas tanam jagung di Kabupaten Garut berdasarkan data statistik mencapai 56.832 hektar. Produksi tahunan jagung Garut berkisar antara 400.000 hingga 500.000 ton, dengan distribusi ke berbagai perusahaan peternakan dan pakan ternak di dalam dan luar daerah.
“Kabupaten Garut menyuplai 40–50% produksi jagung Jawa Barat. Ini komoditas yang sangat prospektif,” kata Haeruman, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung di Kampung Cihanjuang, Desa Pangeureunan, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025).
Ia juga menjelaskan kerja sama dengan Bulog dalam pembelian jagung petani dengan harga Rp5.500 per kilogram, dengan ketentuan kadar air maksimal 14 persen.
Selain itu, sesuai arahan Gubernur Jabar, pihaknya akan mendorong sistem tumpang sari antara jagung dan tanaman tahunan seperti kopi atau kayu-kayuan guna meningkatkan pendapatan dan menjaga kesuburan tanah.
“Di saat tanaman kopinya belum menghasilkan, jagung bisa dipanen. Atau dengan komoditi lain yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,” tutup Haeruman. (Nindi N)



.png)











