Berita

60 Persen dari Wilayah Garut Merupakan Kawasan Hutan Lindung, Penyebab Sulitnya Berkembang?

×

60 Persen dari Wilayah Garut Merupakan Kawasan Hutan Lindung, Penyebab Sulitnya Berkembang?

Sebarkan artikel ini
Kawasan hutan lindung di Kabupaten Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Garut, Herru Subagja, menjelaskan bahwa Kabupaten Garut memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang besar, namun juga menghadapi tantangan dalam pengembangan wilayah, karena sekitar 60 persen dari wilayah Garut merupakan kawasan hutan lindung.

“Kawasan lindung ini meliputi ada kawasan lindung konveservasi, kemudian hutan lindung cagar budaya, kawasan perlindungan setempat dan lain sebagainya,” ujar Herru dalam Forum Group Discussion (FGD) mengenai strategi penguatan ekonomi, infrastruktur, dan tata ruang untuk mengoptimalkan peran Kabupaten Garut dalam Wilayah Pembangunan (WP) Priangan Timur.

Baca Juga:   Simak Jadwal Layanan SIM Keliling Wilayah Garut Hari Senin 7 Maret 2022

Acara yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) itu berlangsung di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Rabu (16/10/2024).

Herru berharap potensi Garut dapat menjadi bahan kajian bagi mahasiswa ITB dalam menyusun strategi pengembangan tata ruang dan infrastruktur. “Kami sangat terbuka dengan ide-ide segar dan inovatif yang nantinya kita mampu integrasikan dalam penyusunan dokumen rencana tata ruang wilayah Kabupaten Garut,” tambahnya.

Baca Juga:   MAXY Academy Ajak Generasi Muda Belajar Digital Ads dan Desain Visual Gratis

Selain itu, Herru memastikan bahwa pihaknya akan mendukung kajian ini dengan data yang sudah dikumpulkan, mengingat posisi strategis Kabupaten Garut di WP Priangan Timur.

Sementara itu, Dosen ITB, Isnu Putra Pratama, mengungkapkan, FGD ini merupakan bagian dari proses studi perencanaan wilayah yang dijalani mahasiswa selama satu semester. Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, tahap awal berupa survei sudah dilakukan pada September, termasuk FGD ini sebagai bagian dari pengumpulan data.

Isnu mengungkapkan, bahwa sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, telah berkunjung ke ITB Kampus Cirebon untuk memaparkan gambaran awal mengenai isu terkini Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Masih di Karangpawitan, Setelah 7 Kini Polisi Kembali Amankan 8 Jerigen Tuak

“Dari situ kemudian mahasiswa mencoba untuk menerjemahkan kira-kira seperti apa isu-isu terkini yang kemudian nanti bisa dikonfirmasi di lapangan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa setelah pengumpulan data, mahasiswa akan melakukan analisa untuk menyusun draft RTRW yang final di Kampus ITB Cirebon. (Nindi N)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *