GOSIPGARUT.ID — Penjabat (Pj) Bupati Barnas Adjidin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk bersinergi dengan pedagang kaki lima (PKL) dalam upaya penataan perkotaan. Ia menyatakan bahwa PKL harus mendapat perhatian pemerintah sesuai aturan yang berlaku dan ditempatkan di lokasi yang layak.
Pemkab Garut juga berencana menganggarkan pemberdayaan PKL pada tahun 2025.
“Saya memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk mempersiapkan penanganan PKL, termasuk relokasi, agar saat pelaksanaannya nanti membawa manfaat bagi semua pihak, termasuk para PKL dan masyarakat,” ujar Barnas, saat audiensi dengan Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) di Ruang Pamengkang, Rabu (15/5/2024).
Ia juga meminta bantuan pengurus PKL untuk menyampaikan niat baik pemerintah kepada para PKL di lapangan.
“Nah itu harus diperhatikan bagaimana agar kehidupannya terus terjamin dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkap Barnas.
Ia menambahkan bahwa penataan PKL di beberapa lokasi telah ditetapkan dan merupakan komitmen yang harus dijalankan. Pemkab Garut telah menyiapkan lokasi-lokasi yang dapat digunakan oleh PKL, dengan pengaturan lokasi yang jelas, seperti area kuliner dan pakaian.
“Tinggal diatur bagaimana sebaiknya pengaturan tersebut, mungkin nanti kuliner sebelah mana, pakaian sebelah mana, ini yang paham itu adalah pengurus PKL Garut,” kata Barnas.
Sementara itu, Koordinator LPKLG, Roni Ahdiyat, menyatakan harapannya agar kesepakatan tersebut dapat direalisasikan secepatnya. Ia juga berharap tempat relokasi bagi PKL segera ditetapkan dan representatif, serta PKL dilibatkan dalam setiap rencana penataan atau pemindahan.
“Harapan kami agar relokasi PKL segera dilaksanakan dan kami akan menyampaikan kepada masyarakat harapan pemerintah demi kebaikan PKL. Kami juga berharap dilibatkan dalam setiap penataan agar bisa memberikan pemahaman kepada anggota PKL,” tutur Roni. (MAZ)