Berita

Restoran Penyumbang Pajak Daerah Terbesar Kedua di Garut, Disusul Penerangan Jalan

×

Restoran Penyumbang Pajak Daerah Terbesar Kedua di Garut, Disusul Penerangan Jalan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pajak restoran.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengatakan bahwa pajak restoran adalah terbesar kedua setelah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pajak untuk sektor ini, Pemkab Garut memperoleh kontribusi senilai Rp5,3 miliar per tahun.

Sementara di posisi ketiga adalah pajak penerangan jalan, dengan nilai kontribusi sebesar Rp4,3 miliar per tahun.

“Tercatat ada tiga atau top three contributor, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak restoran, dan pajak penerangan jalan,” kata Didit, Jumat (19/4/2024).

Baca Juga:   Terminal Guntur Garut Kembali Beroperasi Layani Angkutan Penumpang Bus Antarkota

Ia menambahkan, untuk top three di kontributor peningkatan retribusi daerah, yaitu retribusi IMB sebesar Rp1,1 miliar per tahun, retribusi tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp700 juta per tahun, retribusi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi Rp564 juta per tahun.

Didit mengungkapkan hasil analisis tipologi klassen menggunakan LQ untuk penentuan sektor basis dan DLQ untuk menentukan sektor prospektif, di mana sektor pertanian di Kabupaten Garut dikategorikan sebagai sektor yang maju.

Baca Juga:   Tani Merdeka Indonesia Protes Dugaan Monopoli Suplai MBG oleh Oknum BGN di Garut: “Cita-Cita Prabowo Dinodai!”

“Kemudian pertambangan dan penggalian juga, perdagangan besar dan eceran, ini penyediaan akomodasi dan mamin (makan minum) cukup menonjol, jasa keuangan dan asuransi, administrasi pemerintahan, pertahanan jamsos wajib, serta jasa pendidikan,” tambahnya.

Sedangkan sektor industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, konstruksi, dan pergudangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial masuk kategori berkembang. Sedangkan beberapa sektor yang masuk ke dalam kategori tertinggal adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang, serta informasi dan komunikasi.

Baca Juga:   KADIN Indonesia Trading House Perdana Gelar Exporter Meet Up 2025 : Market Global Expansion di Bandung, Jawa Barat

“Yang tumbuh cepat atau yang progresif itu ada di industri pengolahan, pengadaan listrik gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, tumbuh cepat sekalipun masih tertinggal dibandingkan wilayah yang lain, informasi dan komunikasi pun demikian,” pungkasnya. (Nindi N)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *