GOSIPGARUT.ID — Plong…! Demikian dirasakan oleh para guru dan tata usaha SMAN 9 Kota Tasikmalaya kini. Pasalnya, mereka yang selama ini bekerja berdesakan pada dua ruang belajar yang disulap menjadi ruang guru, tata usaha, dan ruang kepala sekolah itu, sudah terbebas dari suasana tidak nyaman tersebut setelah memiliki tiga ruang baru yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan tahun 2023.
“Memang benar, kalau selama ini saya bersama 53 tenaga pengajar ditambah staf bagian TU SMAN 9 harus berdesakan menempati dua ruang belajar yang hanya berukuran 150 meter persegi,” ujar Kepala SMAN 9 Kota Tasikmalaya, Iis Suminar Rahmi, saat dihubungi GOSIPGARUT.ID di ruang kerjanya Rabu (21/12/2023) sore.
Namun, tambahnya, setelah pemerintah mengucurkan anggaran berupa DAK fisik bidang pendidikan tahun 2023 untuk membangun tiga ruang baru dan merehabilitasi satu ruang kelas lama, kondisi tidak nyaman itu sudah tidak dialami lagi.
“Sekarang kerja kami cukup leluasa dan nyaman,” ujar Iis.
Ia menjelaskan, bantuan DAK fisik tahun 2023 yang diterima SMAN 9 Kota Tasikmalaya sebesar Rp1,2 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk rehabilitasi satu ruang belajar senilai Rp136.000.000, pembangunan satu ruang OSIS senilai Rp278.000.000, pembangunan satu ruang laboraturium komputer senilai Rp278.000.000, dan pembangunan satu ruang guru senilai Rp513.000.000.
Dengan bantuan pembangunan gedung sekolah tersebut, Iis menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar yang telah mengalokasikan anggaran DAK sehingga suasana kerja di SMAN 9 Kota Tasikmalaya menjadi lebih baik.
“Terus terang, kalau tidak mendapat bantuan kami betul-betul tidak bisa membangun,” ungkapnya.

Iis mengatakan, dengan adanya ruang guru dan ruang laboraturium komputer, diharapakan dapat mendukung kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Karena secara tidak langsung sarana prasarana serta fasilitas yang memadai juga berperan penting dalam mencetak prestasi belajar siswa.
“Kami ingin sekolah ini bagus secara akreditasi, dengan fasilitas yang baik dan lengkap agar mampu meningkatkan motivasi belajar siswa,” tutur Iis Suminar.
Disebutkannya, setelah pembangunan tiga ruang baru, kini bangunan dua lantai yang dimiliki SMAN 9 Kota Tasikmalaya itu terdiri dari 27 ruang belajar (semula 24 ruang). “Sebenarnya, secara keseluruhan SMAN 9 ini sudah memiliki 29 ruang belajar, hanya saja dua ruang belajar dipergunakan untuk ruang kepala sekolah, guru, dan Tata Usaha (TU),” pungkasnya. (Tom)

.png)





