Berita

Awal Ramadhan, Harga Beras di Garut Masih Fluktuatif Antara Rp12.500 hingga Rp14.000/Kg

×

Awal Ramadhan, Harga Beras di Garut Masih Fluktuatif Antara Rp12.500 hingga Rp14.000/Kg

Sebarkan artikel ini
Salah satu penjual beras di pasar Kabupaten Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Harga bahan pokok seperti beras di Kabupaten Garut dilaporkan masih fluktuatif (naik turun), termasuk saat ini di awal Ramadhan naik menjadi Rp13 ribu, sebelumnya Rp12.500, dan pernah naik sampai Rp14 ribu per kilogram.

“Beras premium masih Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per kilonya,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Nia Gania Karyana, Jumat (24/3/2023).

Ia menuturkan sejumlah kebutuhan pangan pokok masyarakat di pasar masih terjadi kenaikan di Bulan Ramadhan. Meski ada kenaikan, ketersediaan barang dipastikan aman.

Baca Juga:   Pembawa Acara Bianglala dan Kritikus Garut Dilantik Jadi Dewan Pengawas PDAM

Komoditas pangan yang terjadi kenaikan, salah satunya beras premium yang beberapa hari sebelumnya pernah mencapai Rp14 ribu per kilogram, kemudian saat ini berkisar Rp13 ribu, sedangkan beras medium di angka Rp12 ribu per kilogram.

Nia menyebutkan, tidak hanya beras yang harganya masih naik, komoditas lainnya juga dilaporkan terjadi kenaikan seperti cabai, bawang putih, dan daging. Namun kenaikan itu masih tergolong dalam batas wajar.

Baca Juga:   Menpan RB Setujui 5.287 Formasi PPPK Usulan Pemkab Garut, Mulai Guru hingga Nakes

“Monitoring harga di Pasar Ciawitali ada kenaikan beras, cabai, bawang putih, tapi masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Nia menyampaikan upaya membantu masyarakat agar mendapatkan beras berkualitas dengan harga lebih murah di pasaran maka pemerintah daerah akan melakukan operasi pasar murah.

Pemkab Garut sudah mengusulkan ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Ciamis agar melakukan operasi pasar murah untuk komoditas beras dan minyak goreng.

“Makanya kita minta Bulog untuk mensuplai operasi pasar, dari Bulog tidak hanya beras, tapi ada minyak (goreng),” tuturnya.

Baca Juga:   Kenaikan Tarif Baja AS Jadi Momentum Krakatau Steel Perkuat Posisi Global

Nia menambahkan, selain koordinasi dengan Bulog, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya seperti Dinas Pertanian Garut terkait ketersediaan sayuran, salah satunya jenis cabai rawit.

“Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Dinas Ketahanan Pangan siap suplai bahan pokok,” katanya. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *