Berita

Kasus Pernikahan di Bawah Umur Tinggi, Peringkat Garut Sebagai Kabupaten Layak Anak Turun

×

Kasus Pernikahan di Bawah Umur Tinggi, Peringkat Garut Sebagai Kabupaten Layak Anak Turun

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pernikahan di bawah umur.

GOSIPGARUT.ID — Kasus pernikahan di bawah umur yang menimpa warga Garut dinilai cukup tinggi. Hal itu menyebabkan pada turunnya peringkat daerah ini sebagai kabupaten layak anak (KLA) pada tahun 2022, dari peringkat madya ke pratama.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Garut Iman Purnama Ridho mengatakan, pada 2023 ini pihaknya bertekad mendongkrak peringkat KLA kembali ke level madya. Aspek pernikahan di bawah umur menjadi salah satu penilaian.

“Kemenag Garut sudah menyebutkan pada 2022 itu ada 488 pasangan yang statusnya pernikahan di bawah umur. Kebanyakan itu dominasinya di kaum perempuan,” kata dia kepada wartawan belum lama ini.

Baca Juga:   Resahkan Warga, Enam Pelaku Premanisme di Cisurupan Garut Digaruk Polisi

Kendati sempat turun peringkat, Iman optimistis Garut bisa kembali meraih peringkat madya pada penilaian KLA 2023. Apalagi para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut telah menyepakati mendorong Garut kembali meraih target peringkat madya.

Ia menambahkan, program unggulan Pemkab Garut dalam rangka meningkatkan penilaian KLA sendiri melibatkan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Garut, termasuk dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga:   Polres Garut Cek Gudang Bulog hingga Distributor, Pastikan Bantuan Pangan Pemerintah Tepat Sasaran

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPKBPPPA Kabupaten Garut Budi Kusmawan mengatakan, penilaian KLA merupakan agenda tahunan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI yang mengacu pada indikator pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak di kabupaten/kota.

Penilaian KLA terbagi atas katagori Pratama dengan nilai 400-500, Madya 500-600, Nindya 600-700, Utama 700-800, dengan peringkat tertinggi adalah KLA.

Baca Juga:   Residivis Curanmor di Tarogong Kidul Ditangkap Warga Saat Hendak Gasak Sepeda Motor

Koordinator Klaster 3 untuk Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Garut Hudzaifah Hidayat Putra berharap Pemkab Garut ke depan dapat lebih meningkatkan keterlibatan dan mendengar suara FAD Kabupaten Garut dalam setiap kegiatan, termasuk dalam hal perencanaan.

Pasalnya, sudah sangat banyak kegiatan dilakukan FAD yang nyata berpengaruh terhadap penilaian KLA. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *