GOSIPGARUT.ID — Garut Festival 2022 ditutup Bupati Rudy Gunawan, Minggu (11/12/2022). Ia mengatakan pada kegiatan serupa tahun depan pihaknya berharap dapat mengundang seribu pelaku usaha dari industri kecil menengah (IKM) agar mereka semakin berkembang jika produknya terus dipasarkan.
“Pemkab Garut bersama pemangku kebijakan lainnya menyelenggarakan kegiatan Garut Festival 2022 mulai 8 sampai 10 Desember 2022 yang melibatkan 150 IKM berbagai jenis produk seperti kuliner maupun fesyen,” terang Rudy.
Kegiatan serupa di tahun depan, tambah dia, harus lebih besar lagi dengan tempat penyelenggaraan tidak hanya di Alun-alun Garut saja, tapi bisa sampai Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota.
“Acara itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku usaha agar semakin maju dan berkembang setelah usahanya sempat terganggu karena terdampak pandemi Covid-19,” ujar Rudy.
Ia menyampaikan, Garut Festival 2022 tidak hanya memamerkan produk IKM khas Garut, melainkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama dengan investor dalam maupun luar negeri melalui acara “Investor and Business Matching” yang diselenggarakan bersama dengan Telkom University.
Bupati Garut mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu rangkaian pertemuan antara pelaku usaha dan ‘start up’ di Kabupaten Garut dengan beberapa investor yang akan memberikan dukungan kepada pelaku usaha, baik menyangkut distribusi, supplier, permodalan, pemasaran, teknologi, dan lain sebagainya.
“Ini berkelanjutan yang namanya ‘business matching’ itu adalah terus menerus gitu, dievaluasi tiap tiga bulan atau enam bulan sampai di mana, jadi ada peta arah jalan dari pada bisnis itu,” ucap Rudy.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Nia Gania Karyana menambahkan, pihaknya bersama Telkom University telah memilih dari 150 pelaku usaha menjadi 75 pelaku usaha di antaranya 50 IKM dan 25 start up untuk lebih mengembangkan pemasarannya.
“Mudah-mudahan dengan ‘business matching’ yang hari ini akan terjadi, nanti tidak hanya terjadi buyer tetapi minimal ada kerangka kerja sama, yang paling pokok itu. Jadi, tidak hanya mempertemukanp buyer dengan pelaku usaha tetapi menjadi suatu acuan bagi kami melakukan kerja sama,” tuturnya.
Ketua pelaksana sekaligus perwakilan dari Telkom University, Choiria Anggraini menyampaikan, beberapa investor yang hadir di antaranya dari perusahaan BUMN, perbankan, dan beberapa investor lainnya.
Ia menyampaikan sebelumnya beberapa waktu lalu telah melatih sejumlah pelaku usaha di Garut untuk mempersiapkan diri berhadapan dengan para investor agar bisa tertarik dan bersedia bekerja sama.
“Artinya ini sebuah awal untuk menciptakan bisnis berkelanjutan, dan kolaborasi yang mengakar pada multi stakeholder,” kata Choiria. (Ant)



.png)











