Jawa Barat

35 SMK di Jabar Diproyeksikan Jadi Badan Usaha Daerah, Tiga Ada di Garut

×

35 SMK di Jabar Diproyeksikan Jadi Badan Usaha Daerah, Tiga Ada di Garut

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jabar memproyeksikan 35 SMK di Jabar menyandang status BLUD dalam upaya mendongkrak pemulihan ekonomi. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

GOSIPGARUT.ID — Puluhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat diproyeksikan menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dalam upaya mendongkrak pemulihan ekonomi. Dari 35 SMK itu, tiga sekolah ada di Kabupaten Garut.

Ketiga SMK tersebut adalah SMKN 1 Garut, SMKN 2 Garut, dan SMKN 4 Garut. Status BLUD yang disandang ketiga SMKN di Garut dan 32 SMKN di daerah-daerah lainnya itu diharapkan dapat meningkatkan potensi dan keterserapan lulusan SMK dalam dunia kerja.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, proses menjadikan sejumlah SMK menjadi BLUD ini telah diupayakan sejak 2021 lalu. Ada pun bidang keahlian SMK BLUD tersebut, yakni agribisnis dan agroteknologi, bisnis dan manajemen, kesehatan dan pekerjaan sosial, pariwisata, seni dan industri kreatif, teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi.

Baca Juga:   Pendidikan Karakter Panca Waluya Ala KDM, Kak Seto: Tak Langgar Hak Anak

Sedangkan produk unggulannya, lanjut dia, di antaranya sari buah lemon, layanan SmeaMart, sosis ikan, edotel, jasa photography, pemeliharaan kendaraan, dan content creator multimedia.

“Sebanyak 35 SMK yang diusulkan berstatus BLUD ini terpilih karena memiliki potensi dan kesiapan dimana terpilihnya itu berdasarkan proporsi bidang keahlian serta keterwakilan cabang dinas wilayah,” terang Dedi, Selasa (8/2/2022).

Menurutnya, untuk menjawab tantangan zaman di era disrupsi saat ini, dibutuhkan individu dengan kemampuan tinggi. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan SMK berstatus BLUD.

Baca Juga:   Seluruh SMK di Garut Laksanakan UNBK, Walau Ada yang Gabung

“Karena tujuan kita saat ini sekolah vokasional bukan sekadar mencetak tenaga kerja yang andal. Selain itu, diharapkan juga lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja,” kata Dedi.

Ia memastikan, pihaknya terus mendorong peserta didik untuk lebih produktif, khususnya dalam menciptakan inovasi terhadap barang dan jasa yang dihasilkan. Selain itu, upaya kerja sama dengan offtaker pun tidak kalah penting.

“Kami juga menjembatani produk maupun jasa yang dihasilkan SMK berstatus BLUD ini agar dapat menyentuh pasar yang lebih luas,” ujar Dedi.

Baca Juga:   ASN dari 27 Kabupaten/Kota di Jabar Ikuti Porpemda Korpri XV di Kuningan

Sebelumnya, Dedi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja meninjau Teaching Factory di SMKN 9 Bandung, Kamis (3/2/2022) lalu.

Teaching Factory pada salah satu SMK yang tengah diupayakan mendapat status BLUD tersebut, mulai dari kompetensi keahlian usaha perjalanan wisata, akomodasi perhotelan, jasa boga, patiseri, kecantikan kulit, kecantikan rambut, busana butik, hingga desain komunikasi visual.

“Di SMKN 9 ekosistemnya sudah terbentuk. Insya Allah, bersama Kadisdik, kalau sudah jadi BLUD, kita bantu bagaimana produk-produk yang dihasilkan tersalurkan dengan baik,” kata Setiawan. (Sndn)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *