GOSIPGARUT.ID — Kecamatan Cisewu termasuk penghasil gula aren terbesar di Kabupaten Garut, selain Kecamatan Cihurip. Varian bentuk gula aren pun banyak diproduksi di dua daerah yang masuk wilayah Garut Selatan itu.
Setelah gula aren berbentuk batang (gandu), belakangan para perajin (pembuat) gula aren di Cisewu ramai-ramai memproduksi gula dengan bentuk yang dihaluskan (semut) karena pangsa pasarnya lebih menggiurkan daripada gula gandu.
Tak sampai di situ, kini perajin gula berbahan dasar nira aren itu pun ada yang memproduksi gula varian baru, bernama gula batok karena adanya permintaan pasar juga.
Salah seorang perajin gula aren di Cisewu, Ade Gunawan menyebutkan, permintaan pasar tersebut datang dari Palembang dan Batam dengan omzet 10 – 15 ton per bulan. Karena itu, terpaksa ia membuat pabrik (tempat pembuatan) gula baru dan lebih banyak merekrut tenaga kerja.
“Untuk pembuatan gula batok, saya sengaja mendirikan lagi satu pabrik gula. Tenaga kerjanya pun lumayan banyak yang direkrut,” papar dia, saat dijumpai di tempat pembuatan gula batok di Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu.
Ade menjelaskan, gula batok banyak diproduksi oleh masyarakat di Palembang dan Batam. Oleh karenanya, permintaan untuk pembuatan gula batok kepada pembuat gula di Cisewu pun cenderung datang dari pengusaha di kedua daerah itu.
“Mereka memintanya untuk mengirimkan langsung ke Palembang dan Batam. Untuk bulan Januari 2022 ini adalah merupakan pengiriman pertama,” jelasnya.
Menurut Ade, tak ada bedanya antara gula batang, semut, dan batok, baik dari segi rasa maupun bahan dasarnya. Yang membedakan adalah dari pencetakannya, di mana gula batok dicetak oleh batok atau tempurung buah kelapa. ***



.png)











