oleh

Polres Garut Rehabilitasi Sembilan Anak yang Terlibat Penyalahgunaan Obat Terlarang

GOSIPGARUT.ID — Kepolisian Resor Garut menyerahkan sembilan anak usia remaja ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, untuk menjalani pembinaan dan rehabilitasi karena terlibat dalam praktik penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Selanjutnya akan dilanjutkan oleh BNNK untuk pembinaan dan rehabilitasi,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat jumpa pers pengungkapan kasus penyalahgunaan obat terlarang atau tidak dijual bebas di Markas Polres Garut, Selasa (21/9/2021).

Ia menuturkan, Tim Sancang Polres Garut sebelumnya melakukan penangkapan terhadap 16 orang, satu orang di antaranya merupakan pengedar obat tersebut, dan sembilan orang masih pelajar SMP dan SMA, sisanya dewasa.

Baca Juga:   Pendaftaran CPNS Segera Dibuka, Dokumen Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Mereka, kata Kapolres, berhasil diamankan saat melakukan transaksi jual beli obat-obatan yang berdasarkan undang-undang kesehatan dilarang untuk dikonsumsi tanpa resep dokter.

Akibat perbuatannya itu, kata dia, semua dibawa ke Markas Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan hukum, berikut mengamankan barang bukti sekitar seribuan butir obat, minuman keras, dan 15 unit sepeda motor.

Baca Juga:   Ribuan Ruang Kelas di Garut Butuh Perbaikan, Tapi DAK Pendidikan Hanya 50 Persen

“Untuk para pembeli kami sudah bekerja sama dan berkolaborasi dengan BNNK Kabupaten Garut untuk dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan dan rehabilitasi,” tutur Wirdhanto.

Ia mengungkapan, alasan menjalani pembinaan dan rehabilitasi karena yang bersangkutan hasil tes urine tidak ada zat berbahaya lainnya atau negatif psikotropika maupun metamfetamin atau jenis sabu.

“Pengecekan tes urine dari para pembeli semuanya dalam keadaan negatif psikotropika maupun metamfetamin,” ungkap Wirdhanto.

Baca Juga:   Peduli Alam, Polres Garut Tanam Ribuan Bibit Pohon di Kamojang

Kapolres mengimbau kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, maupun obat-obatan lain yang tujuannya untuk mabuk.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bisa berhati-hati pada anaknya pada putra putrinya,” katanya. (Ant)

Komentar

Berita Terkait