GOSIPGARUT.ID — Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah, Kabupaten Garut, KH. Thontowi Djauhari Musaddad, mengatakan setiap penyakit yang diturunkan Alloh SWT kepada umatnya, itu adalah bentuk kasih sayang Dia kepada hambanya.
“Kirim dia penyakit dan sabarkan sisa umurnya, maka dikirimkan penyakit agar hambanya sabar, sebagai bentuk kasih sayang Alloh SWT,” kata ulama yang kerap dipanggil “Kyai Bendo” itu saat mengisi acara Rundown Pembacaan Shalawat Nariyah dan Tibbil Qulub untuk keselamatan Bangsa dari wabah.
Acara tersebut digelar secara virtual dan dihadiri Kiai Ali Sobirin el Muannatsy, LTM PBNU Habib Ahmad El Habsy (Pasuruan), KH.Masbuhin Faqih (Ponpes Suci, Gresik), KH.Thontowi Djauhari Musaddad, Rais Aam PBNU/Ketua MUI Pusat Miftachul Akhyar, dan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj.
“Alloh SWT mengirimkan penyakit bertujuan agar hambanya sabar, banyak mengingat-Nya, banyak beribadah, banyak beristighfar, banyak melakukan kebaikan dan sebagainya,” ujar Kyai Bendo.
Ia menambahkan, ada satu hadist yang menjelaskan jika seseorang menderita penyakit sehingga tidak bisa bangun, maka diibaratkan sedang cuci gudang. Alloh SWT keluarkan semua kotoran, semua dosa-dosanya sehingga tatkala ia terbangun dari sakitnya, ibarat bayi yang baru lahir.
“Jadi, saat Alloh SWT menurunkan wabah penyakit itu adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya kepada hambanya. Maka bersabarlah, perbanyak ibadah, perbanyak mengingat-Nya, perbanyak beristighfar, perbanyak berbuat kebaikan, dan sedekah,” kata Thontowi.
Ia menandaskan, apapun yang terjadi dan sudah terjadi didunia ini, berarti itu semua sudah kehendak-Nya. Karena Alloh SWT adalah pencipta, pemilik, dan pengatur tunggal semua makhluk ciptaannya. (Respati)



.png)















