GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melantik tiga kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (14/7/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Syakur mengingatkan para kepala desa agar tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, ia meminta mereka menghidupkan kembali semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun desa.
Tiga kepala desa yang dilantik yakni Ropana sebagai Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Sunaryo sebagai Kepala Desa Sindangprabu, Kecamatan Wanaraja, serta Rahmat Hidayat sebagai Kepala Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang. Ketiganya akan melanjutkan roda pemerintahan desa setelah terpilih melalui mekanisme Pemilihan Antar Waktu.
Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, Syakur menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun secara moral.
“Ini bukan hal yang gampang, bukan sepele tapi hal yang sangat penting. Karena hari ini kita akan diminta pertanggungjawabannya nanti, baik di alam dunia maupun di yaumil akhir. Tentu saya berharap bahwa bapak-bapak bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” ujar Syakur.
Menurut dia, menjadi kepala desa pada kondisi saat ini bukan perkara mudah. Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan dan pelayanan publik kerap berhadapan dengan keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah desa.
“Saya bisa membayangkan bagaimana beratnya sekarang menjadi kepala desa. Di satu sisi harapan masyarakat itu banyak sekali, keinginan banyak sekali, tetapi kondisi kita sangat terbatas,” katanya.
Meski demikian, Syakur menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi kepala desa untuk pasif. Ia justru melihat situasi itu sebagai ujian kepemimpinan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat melalui budaya gotong royong.
“Kita melakukan apa yang bisa dikerjakan, yang penting adalah memberdayakan masyarakat. Nah sekarang, itu kepala desa diuji untuk bisa lagi mengartikan rasa kesulitan tersebut menjadi rasa gotong royong. Bukan alasan kalau kami tidak punya duit maka kepala desa diam saja,” tegasnya.
Syakur menilai keberhasilan seorang kepala desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan membangun kebersamaan, menggerakkan potensi warga, dan menghadirkan solusi di tengah berbagai keterbatasan.
Karena itu, ia berharap ketiga kepala desa yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap berbagai aspirasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan desa. ***



.png)











