Berita

Sekolah Rakyat Garut Diproyeksikan Tampung 2.000 Siswa, Nilai Investasi Naik Jadi Hampir Rp400 Miliar

×

Sekolah Rakyat Garut Diproyeksikan Tampung 2.000 Siswa, Nilai Investasi Naik Jadi Hampir Rp400 Miliar

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Bangunan Sekolah Rakyat.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi program pemerintah pusat. Proyek tersebut kini diproyeksikan mampu menampung hingga 2.000 siswa dalam satu kawasan, dengan nilai investasi yang diperkirakan mendekati Rp400 miliar.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan peningkatan kapasitas itu merupakan hasil pembahasan terbaru antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelumnya, Sekolah Rakyat hanya direncanakan memiliki daya tampung sekitar 1.000 siswa.

“Dari tadinya untuk 1.000 siswa, sekarang menjadi 2.000 siswa. Nilai pembangunannya juga tentu meningkat. Kalau sebelumnya mungkin sekitar Rp200 miliar, sekarang bisa mendekati Rp400 miliar,” kata Marlinda kepada wartawan.

Baca Juga:   Langkah Uu Saepudin Setelah Pensiun, Mungkin Saja Ikut Nyalon di Pilbup Garut 2024

Menurut Marlinda, Bupati Garut telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) bersama perangkat daerah terkait untuk mempercepat seluruh proses persiapan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

Dengan bertambahnya kapasitas, kebutuhan infrastruktur juga semakin besar. Kompleks Sekolah Rakyat dirancang berdiri di atas lahan sekitar delapan hektare dengan bangunan dua hingga tiga lantai.

Selain ruang kelas, kawasan pendidikan tersebut akan dilengkapi asrama bagi siswa dan tenaga pendidik. Pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas olahraga berstandar internasional yang diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar sekaligus pengembangan bakat para peserta didik.

Namun, proses penentuan lokasi pembangunan masih menjadi tantangan. Lokasi yang sempat dipertimbangkan di Kecamatan Samarang terkendala persoalan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Baca Juga:   Calon DOB Garut Selatan Pilih Mekarmukti Sebagai Ibukota, Ini Alasannya

Sementara itu, alternatif lahan di Kecamatan Cikajang dinilai menghadapi kendala karena masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga membutuhkan proses perizinan yang lebih kompleks.

Saat ini, Pemkab Garut bersama kementerian terkait tengah mengkaji alternatif lokasi di Kecamatan Cikelet yang berstatus tanah negara. Opsi tersebut dinilai memiliki peluang lebih besar karena dinilai lebih mudah memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis pembangunan.

“Pak Bupati sudah memerintahkan Pak Sekda bersama Perkim untuk terus mengejar prosesnya. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kami berharap lokasi yang sekarang sedang dikaji memenuhi semua persyaratan,” ujar Marlinda.

Terkait jadwal pelaksanaan, Pemkab Garut masih menunggu penyelesaian tahapan administrasi dan pengadaan. Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai target, proses pelelangan proyek diharapkan dapat dimulai pada Oktober 2026.

Baca Juga:   Teten Masduki dan Barnas Adjidin Resmikan Rumah Produksi Bersama untuk Peningkatan Kualitas Produk Kulit Garut

“Kalau memang bisa diproses tahun ini tentu sangat baik. Kita doakan saja semuanya berjalan lancar,” katanya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Jika terealisasi, kompleks Sekolah Rakyat di Garut akan menjadi salah satu kawasan pendidikan berasrama terbesar di daerah dengan kapasitas mencapai 2.000 siswa sekaligus menghadirkan investasi infrastruktur pendidikan senilai hampir Rp400 miliar. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *