Berita

Stok Berlimpah karena Pandemi Covid-19, Harga Kopi Garut Melorot

×

Stok Berlimpah karena Pandemi Covid-19, Harga Kopi Garut Melorot

Sebarkan artikel ini
Kopi wine. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Ketua Paguyuban Koperasi Kopi Sunda Hejo Garut Hamzah Fauzi Nur Amin memprediksi harga beli atau serap ceri kopi Garut pada musim panen raya tahun ini bakal turun dibanding tahun lalu.

“Stok tahun lalu masih melimpah di gudang sebab terhambat Covid-19,” ujarnya.

Menurut Hamzah, melimpahnya stok green beans akibat Covid-19, ikut memengaruhi permintaan pasar dalam negeri, termasuk sektor ekspor kopi asal Garut tersebut.

“Akibat pandemi 90 persen omzet hilang, selain permintaan ekspor turun, kedai dalam negeri pun sepi,” ujar dia.

Tak ayal ratusan ton green beans kopi asal Garut siap edar, terpaksa masih teronggok di gudang akibat minimnya serapan pasar. “Kami belum memiliki solusi dilempar ke mana, sebab pasar global juga masih sepi,” tambah Hamzah.

Baca Juga:   Kopi Biji Kuning Garut Segera Dapatkan Sertifikat untuk Bisa Ekspor

Berdasarkan jadwal rutin petani, penyerapan kopi Arabika Garut biasa berlangsung interval Oktober-Maret tahun mendatang, sementara panen raya berlangsung pada April-Juni.

Sementara musim panen raya kopi Garut tahun ini diperkirakan maju sekitar Maret, akibat tingginya intensitas hujan.

“Kami sebenarnya dilematis, tidak diserap kasian petani, diserap pun bakal murah, sebab stok kami masih melimpah,” ujar Hamzah.

Tak mengherankan harga serapan ceri kopi dari petani bakal turun di angka Rp 5 – 6 ribu per kilo dibanding tahun sebelumnya di kisaran Rp9-9,5 ribu per kilogram.

Baca Juga:   Nelayan Pantai Selatan Garut Kesulitan Menjual Ikan Hasil Tangkapannya

Sementara untuk robusta tidak terlalu anjlok karena masih terserap kebutuhan konsumsi kopi dalam negeri untuk kopi saset. “Paling ceri robusta dibeli di angka Rp4 ribu dari sebelumnya Rp5 ribu per kilogram,” kata dia.

Saat ini, sekitar 95 persen stok gudang petani masih terisi green beans arabika, sementara sisanya atau sekitar lima persen hanya jenis robusta.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian menyatakan, untuk membantu petani kopi atas perkiraan menurunnya harga serapan ceri itu, pihaknya, bakal memberikan bantuan alat pengolahan kopi.

Baca Juga:   Utamakan Nyawa Warga, Pemprov Jabar Hentikan 11 Proyek Infrastruktur

“Jika langsung membeli harga ceri, kita tidak bisa intervensi harga pasar secara langsung,” ujar dia.

Selain pemberian alat pengolah ceri, untuk meningkatkan harga jual, ujar dia, pemerintah daerah bakal melakukan perluasan pasar bagi petani kopi Garut.

“Kami juga sudah menjajaki pabrik kopi Kapal Api, kemudian kedai keliling dan pasar lainnya,” kata Ardhy. (Lp6)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *