GOSIPGARUT.ID — Sebuah paradoksal terjadi di Desa Nyalindung, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Di saat pemerintah mengucurkan dana desa untuk menggerakkan pembangunan di desa, justru Kepala Desa (Kades) Agus Ruspandi merongoh uang pribadi untuk membiayai sejumlah kegiatan pembangunan di desa tersebut.
Tak tanggung-tanggung jumlah uang yang dibenamkannya pun relatif cukup besar, yakni ditaksir mencapai hampir Rp200 juta. Uang sebesar itu dialokasikan untuk membeli enam set laptop, mebelair (kursi dan meja), serta mempercantik ruangan kantor yang kondisinya “berantakan” setelah ditinggalkan Kades sebelumnya yang terkena kasus dugaan penyelewengan keuangan desa.
“Mungkin hanya Kades Nyalindung, Pak Agus Ruspandi, yang berani begini. Beliau tidak menunggu uang bantuan (dana desa) turun terlebih dahulu untuk membiayai pembangunan di desanya, namun langsung merongoh uang dari sakunya sendiri agar kegiatan pembangunan lancar,” kata Asep Yaya, salah seorang tokoh masyarakat Desa Nyalindung, Jumat (28/5/2021).
Ia menuturkan, sangat jarang ada Kades yang mau merongoh uang dari saku pribadinya untuk membiayai kegiatan pembangunan di desanya. Sebab kebanyakannya, mereka bisa membangun desa itu karena ada uang bantuan dari pemerintah.
“Banyak orang mau menjadi Kades karena tergiur besarnya kucuran dana ke desa. Tidak sedikit oknum Kades yang menyelewengkan dana bantuan demi kepentingan pribadi. Termasuk mantan Kades Nyalindung yang digantikan Agus Ruspandi, ia tiba-tiba menghilang sebelum menghabiskan masa jabatannya karena diduga menyelewengkan keuangan desa,” papar Asep.
Ia menjelaskan bahwa Agus Ruspandi menjadi Kades Nyalindung setelah terpilih secara demokratis melalui Pilkades serentak tahun 2019. Saat Agus mulai menjabat, kondisi kantor Desa Nyalindung “berantakan” pasca ditinggalkan mantan Kades yang tiba-tiba raib.
“Waktu itu komputer yang dimiliki Desa Nyalindung cuma satu set, mebelair (meja dan kursi) kondisinya rusak. Kemudian kondisi ruangan kantor pun perlu perbaikan dan penataan. Beruntung Pak Kades Agus segera mengambil keputusan untuk memperbaiki kondisi yang ‘berantakan’ tersebut dengan biaya sendiri, karena menunggu cairnya dana desa masih lama,” kata Asep.
Tokoh masyarakat Desa Nyalindung yang murah senyum ini pun memastikan bahwa terhadap semua dana yang telah dikeluarkan Kades Agus untuk menata kantor desa itu tidak pernah diminta untuk diganti dari dana desa.
“Insya Alloh, saya tidak akan meminta penggantian terhadap apa yang sudah saya berikan,” kata Kades Agus Ruspandi, saat dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID. Bahkan jika dia mampu, masih mau memberikan hal terbaik bagi desanya lebih dari itu.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang membangun gedung olahraga yang ditargetkan akan menghabiskan dana sebesar Rp900 juta. Kini, pembangunan gedung tersebut sudah menghabiskan dana sekitar Rp400 juta, sementara yang bersumber dari dana desa baru Rp300 juta.
Dari mana yang Rp100 juta lagi?
Agus menjawab, itu sumber dananya dari berkat kepiawaian dia dalam menggali sumber dana. “Kami menargetkan gedung olahraga tersebut rampung pada tahun 2022. Mudah-mudahan dana desa tahun 2022, dan sumber dana lainnya, mampu membiayainya,” ujar pria yang pernah terjun di bisnis jasa kontruksi bangunan dan jalan ini. ***



.png)











