GOSIPGARUT.ID — Akses jalan yang menghubungkan Kampung Tarisi dan Cibanen sepanjang 1 kilometer masih berupa tanah dan batuan kali serta dikelilingi semak belukar. Padahal jalan setapak tersebut satu-satunya akses menuju SDN Mekarmukti 1, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.
Kondisi jalan yang dibiarkan terbengkalai pasca diliburkan sekolah karena pandemi Covid-19 membuat khawatir sebagian orang tua murid yang anaknya bersekolah di SDN Mekarmukti 1.
Warga Kampung Tarisi, Desa Mekarmukti, yang anaknya bersekolah di SDN Mekarmukti 1, yaitu Nanang dan Hikmat, Senin (15/3/2021) mengaku khawatir jika sekolah kembali dibuka namun kondisi jalan masih belum diperbaiki. Dikhawatirkan anak-anak sekolah yang melintas dihadang binatang buas semacam ular, babi hutan, dan anjing liar.
Dijelaskan keduanya, tidak semua orang tua bisa mengantarkan anaknya ke sekolah karena harus mencari nafkah. Kekhawatiran mereka terutama jika anak yang sekolah masih kelas 1 atau kelas 2 dan belum mampu menjaga diri.
“Kami berharap ada perbaikan jalan lingkungan terutama jalan menuju sekolah agar bisa dilalui kendaraan bermotor sehingga anak-anak bisa diantar menggunakan kendaraan bermotor. Jika bisa dilewati kendaraan roda dua, orang tua bisa mengantarkan anaknya sebelum bekerja ke sawah dan tidak memakan waktu lama di perjalanan,” ungkap Nanang.
Menurutnya, sejak sekolah diliburkan karena pandemi Covid-19, kiri kanan jalan ditumbuhi semak belukar sehingga para orang tua khawatir ada serangan binatang buas yang datang tiba-tiba saat anak-anak tidak ada yang mengawasi.
Dikatakan Hikmat, SDN Mekarmukti 1 adalah sekolah tempat belajar anak-anak dari Kampung Tarisi, Cibanen, dan Cinangsi (semuanya di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong). Jarak tempuh menuju sekolah biasanya memakan waktu 1 jam berjalan kaki. Jika kondisi hujan perjalanan lebih sulit karena jalan licin dan curam.
“Pasca sekolah diliburkan karena pandemi Covid-19, aktifitas belajar daring pun terganggu karena sulitnya mengakses sinyal internet (blank spot). Anak-anak hanya bisa mengikuti daring jika menemukan sinyal internet atau beramai-ramai naik ke atas bukit agar mendapatkan sinyal untuk belajar daring,” terang Nanang dan Hikmat.
Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Hidmat Wijaya, Selasa (16/3/2021) membenarkan kondisi jalan menuju SDN Mekarmukti 1 masih berupa jalan setapak. Sejak tahun 2019 sudah diusulkan untuk dirabat beton dan diperlebar melalui program aspirasi.
“Jalan tersebut sudah diusulkan untuk diperbaiki melalui program aspirasi. Sayangnya, karena pandemi Covid-19, program tersebut tidak jadi turun. Jika tidak terakomodir melalui program aspirasi akan dialokasikan dari dana desa pada tahun anggaran 2022, karena alokasi dana desa untuk tahun ini sudah disepakati penggunaan yang lebih urgen yakni di bidang ekonomi dan peternakan,” papar dia.
Hidmat menjelaskan, bagi desa yang memiliki luas wilayah setara dengan satu kecamatan di Kabupaten Garut, sangat sulit jika harus mengakomodir kebutuhan masyarakat hanya dari alokasi dana desa. Melainkan harus ditunjang program bantuan pemerintah (pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten).
“Insya Allah sebelum masuk sekolah jalan tersebut kita bersihkan secara bergotong royong agar aman dilalui anak sekolah,” pungkasnya. (Ai Respati)














