Kesehatan

Guna Mengobati Masalah Kesehatannya, Bayi Alfia Dirujuk ke RSUD Garut

×

Guna Mengobati Masalah Kesehatannya, Bayi Alfia Dirujuk ke RSUD Garut

Sebarkan artikel ini
Alfia Lutviani saat tiba di RSUD dr Slamet Garut. (Foto: Respati)

GOSIPGARUT.ID — Alfia Lutviani, bayi perempuan berusia 4 bulan yang mengalami masalah kesehatan, Jum’at (12/2/2021) dirujuk ke instalasi gawat darurat (IGD) bagian anak RSUD dr Slamet diantar menggunakan ambulans Puskesmas Pamulihan, Kabupaten Garut.

Kepala Puskesmas Pamulihan, dr Nurmin yang ikut mengantar saat bayi Alfia dirujuk, mengatakan pada masa kehamilannya, ibu bayi (Sumanah) rutin setiap bulan memeriksakan kehamilannya ke bidan desa. Persalinannya berlangsung di Puskesmas Pamulihan.

“Kita tangani sesuai protap. Sumanah melahirkan di Puskesmas dan diberi injeksi vitamin dan HB0. Setelah proses melahirkan pun terus kami pantau, bidan desa melakukan beberapa kali kunjungan untuk memantau kesehatan ibu dan bayinya,” kata dia didampingi Bidan Desa Garumukti, Ai Mumit Syarifah, yang juga ikut mengantar bayi Alfia dirujuk ke RSUD dr Slamet.

Baca Juga:   Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Garut Terinfeksi HIV/AIDS Terus Bertambah

Nurmin menambahkan, pada saat pemeriksaan di posyandu, bidan desa mendapati berat badan bayi berkurang karena kurangnya gizi dan nutrisi yang dikonsumsi ibunya.

“Bidan desa merujuk bayi tersebut ke Puskesmas dan berkoordinasi dengan pihak desa karena pasien tidak memiliki BPJS. Setelah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut, Alfia akhirnya bisa dibawa ke IGD Anak RSUD dr Slamet Garut dan kartu BPJS-nya hari ini sudah dibuatkan,” terangnya.

Nurmin berharap penyelesaian kasus Alfia Lutviani terjadi sinergitas lintas sektor. Karena menurutnya, permasalahan ini bukan karena buruknya pelayanan fasilitas kesesehatan yang diperoleh pasien dan bayinya semata. Namun ada hal lain seperti buruknya kesehatan lingkungan, SDM, dan kurangnya asupan gizi ibu menyusui.

Baca Juga:   Putri Karlina Tekankan Pentingnya Sikap Ramah dalam Melayani Pasien di RSUD dr. Slamet

Sementara Kepala Desa Garumukti, Edde Sukmana, yang juga ikut mengantar bayi Alfia saat dirujuk, menjelaskan, pihaknya sudah berusaha maksimal dalam membantu pemenuhan kebutuhan hidup keluarga Sumanah.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut agar tiga kepala keluarga (KK) yang berada di satu rumah bersama Sumanah terakomodir bantuan sosial, termasuk bantuan lansia untuk Akat (ayah Sumanah),” kata dia.

Sebagaimana pantauan GOSIPGARUT.ID, Kamis (11/2/2021), rumah panggung ukuran 5 x 5 meter dihuni dua belas anggota keluarga yang terdiri dari tiga KK.

Rumah panggung tersebut hanya memiliki dua kamar, sementara dapur dan kamar mandi sudah tidak layak karena tidak memiliki sanitasi yang bersih serta hanya berdindingkan bambu yang sudah lapuk.

Baca Juga:   RSUD dr Slamet Garut Rawat Enam PDP Corona, Lima Adalah Balita

Anah, ibunya Sumanah merupakan orangtua tunggal yang memiliki tanggungan tiga anak. Sedangkan Akat, kakeknya Sumanah merupakan lansia yang hidupnya hanya tergantung pada anak cucunya. Di rumah tersebut pun masih ada Tati yang juga cucu Akat bersama ketiga anak balitanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga itu, selain menggantungkan bantuan sembako dari Pemerintah Desa Garumukti dan bantuan pangan non tunai (BPNT), Anah dan Saepul Rohman mendapat upah sebesar Rp40 ribu per hari dari kerja serabutan sebagai buruh tani.

“Upah sebesar itu tentunya tidak mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi yang seharusnya dikonsumsi ibu menyusui,” kata Edde. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *