Kesehatan

Pemkab Garut Dapat Bantuan Rp44 Miliar untuk Turunkan Angka Stunting

×

Pemkab Garut Dapat Bantuan Rp44 Miliar untuk Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Penderita stunting.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Pusat memberikan bantuan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten Garut sebesar Rp44 miliar untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh. Bantuan tersebut diberikan karena angka stunting di kabupaten ini menjadi salah satu terbesar di Jawa Barat.

Bupati Rudy Gunawan mengatakan, hasil pendataan menunjukkan di Kabupaten Garut terdapat 7 Kecamatan yang banyak menderita stunting. Ketujuh kecamatan tersebut adalah Cibalong, Pakenjeng, Leuwigoong, Leles, Sukaresmi, Malangbong, dan Cibatu.

“Sudah dianggap darurat saja stunting ini, soalnya di nasional juga sama sudah darurat. Ada anggaran cukup besar dari pemerintah pusat hampir Rp44 miliar untuk program Indonesia Sehat dan mengatasi stunting di Kabupaten Garut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga:   Garut Ajukan 6.563 Dosis Vaksin Covid-19, Tahap Awal untuk Tenaga Kesehatan

Rudy menyebut stunting bisa disebabkan faktor keturunan. Namun ada faktor lainnya yang menyebabkan hal tersebut yaitu akibat dari kurangnya asupan gizi. Untuk persoalan kekurangan asupan gizi karena faktor kondisi ekonomi. Sehingga banyak keluarga yang tidak mampu membeli makanan bergizi untuk anak-anak mereka.

“Persoalan sekarang itu, menurut WHO stunting di Indonesia karena kurang asupan gizi. Saat hamil, ibunya tak memberikan gizi yang cukup untuk bayi,” ujar Rudy.

Baca Juga:   Program Serikandi Biru Diluncurkan untuk Pemberdayaan Masyarakat Perempuan di Garut

Dia mengaku persoalan stunting cukup mendasar dan tidak memiliki data yang lengkap untuk angka stunting. “Di 2017 angka stunting mencapai 43 persen dan untuk mengatasi stunting, maka Pemkab Garut mendapat bantuan Rp44 miliar ini,” ungkapnya.

Rudy menuturkan, bantuan tersebut akan digunakan untuk makanan tambahan bagi penderita stunting. Pemkab akan memantau terus pertumbuhan anak-anak penderita stunting.

“Persoalan stunting ini tidak hanya soal fisiknya saja, yang kita khawatirkan juga adalah ada pengaruhnya terhadap perkembangan otak anak sehingga tujuh kecamatan yang tadi itu kita terus pantau,” jelasnya.

Baca Juga:   Berhasil Rampungkan Sejumlah Program di 2019, Puskesmas Cisewu Gelar Tasyakur Bi Ni'mah

Meski demikian, Rudy menyebut di lapangan, para kader dihadapkan dengan kendala orang tua yang mengeluhkan asupan makanan yang diberikan karena anak bosan saat setiap hari harus makan biskuit. Pihaknya pun kemudian harus mencari cara lain agar bisa ada asupan gizi dari makanan lainnya.

“Ya wajar memang anak bosan. Jadinya sedus biskuit ini sebulan saja tidak habis karena bosan,” tandas Bupati. (Mrd/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *