oleh

Kemarin, Wabup Garut Tinjau Lokasi Longsor di Singajaya dan Banjarwangi

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman meninjau langsung lokasi bencana longsor di Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Senin (11/1/2021) kemarin. Wabup melihat langsung kerusakan akibat longsor ini, mulai dari infrastruktur jalan, rumah, dan fasilitas ibadah.

“Masyarakat membutuhkan WC di sini. Kebetulan itu kan WC masjid yang roboh nanti kita masukan ke dalam musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) karena ini kan sebenarnya bisa kita tanggulangi nanti melalui musrenbang,” ujar dia.

Helmi menuturkan, pihaknya akan mengirim tim teknis untuk melihat secara detail kontur tanah di daerah yang terkena longsor ini.

“Saya minta ini dicermati, tanah ini masih bergerak, saya belum bisa menentukan ini harus bagaimana, jalan ini tanahnya masih bergerak. Saya akan kirim tim teknis untuk melihat secara detail kontur tanah di daerah ini,” tuturnya.

Baca Juga:   Mulai Tahun Depan Imam Masjid Besar di Garut Akan Dapat Insentif

Untuk mengantisipasi kembali terjadinya longsoran, Helmi menyarankan agar menanam kembali tanaman di pinggir-pinggir jalan sebagai bentuk reboisasi, dan juga memperbesar jalan.

“Memang jalannya harus diperbesar karena kalau kecil itu getarannya. Untuk jangka panjang jalan ini memang harus diperbesar, tetapi tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu Helmi memberikan bantuan kepada korban bencana, sebagai bentuk meringankan beban warga yang terdampak longsor.

Baca Juga:   Masuki Tahun 2020, Bupati Garut Lantik 98 Pejabat Struktural dan Satu Fungsional

“Alhamdulillah pada kunjungan kali ini saya membawa sedikit bantuan untuk yang terkena bencana, mudah-mudahan bermanfaat,” ucapnya.

Menurut keterangan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Karangagung, Samsul Falah, longsor ini diakibatkan oleh hujan seras disertai angin pada hari Jum’at (8/1/2021).

“Jalan utama Desa Karangagung putus dikarenakan pergerakan tanah. Selain itu juga fasilitas peribadatan seperti masjid di desa ini ikut tertimbun,” terang dia.

Baca Juga:   Wabup Helmi Sebut ODP Corona di Garut Melonjak Jadi 90 Orang

Samsul menyampaikan, jalan desa ini memutus jarak hingga dua kilometer dari akses utama, yang menghubungkan Desa Karangagung dengan Desa Singajaya, bahkan akibatnya kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melewatinya. “Putusnya akses jalan utama sangat terganggu karena biaya transportasi bertambah dua kali lipat,” jelasnya. (Yan AS)

Komentar

Berita Terkait