Berita

Menu MBG Diduga Basi di Banjarwangi Picu Keluhan, Ahli Gizi SPPG Minta Maaf dan Janji Perbaikan

×

Menu MBG Diduga Basi di Banjarwangi Picu Keluhan, Ahli Gizi SPPG Minta Maaf dan Janji Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Menu MBG yang diterima siswa SDN Bojong 3 Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, pada Senin (6/4/2026).

GOSIPGARUT.ID — Dugaan makanan basi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, memicu keluhan dari orangtua siswa. Peristiwa ini terjadi setelah menu yang dibagikan kepada siswa SDN Bojong 3, Desa Bojong, disebut mengeluarkan bau tidak sedap.

Keluhan muncul pada Senin (6/4/2026), saat sejumlah orangtua mendapati makanan yang dibawa pulang anak-anak mereka tidak layak konsumsi. Menu MBG saat itu terdiri dari nasi, daging ayam, tempe, sayuran, dan pisang.

“Saya sampai pusing ketika membuka menu MBG. Begitu dibuka langsung keluar bau tidak sedap,” ujar salah seorang orangtua siswa, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga:   Sejumlah Jalan Tak Bisa Diperbaiki Sebelum Lebaran 2023, Bupati Garut Minta Maaf

Menindaklanjuti keluhan tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Sawahpojok mendatangi SDN Bojong 3 pada Rabu. Dalam pertemuan dengan pihak sekolah dan orangtua siswa, ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Pihak SPPG mengakui adanya kendala dalam operasional, termasuk padatnya aktivitas di dapur yang berdampak pada keterlambatan komunikasi dengan sekolah.

Baca Juga:   Petani di Sumbawa Mulai Rasakan Manfaat Bendungan Beringin Sila

“Jika kami terlambat merespons, kami mohon dimaklumi. Aktivitas di dapur cukup padat, bahkan waktu istirahat sangat terbatas,” ujar perwakilan SPPG dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan kualitas layanan dan pengawasan makanan dapat ditingkatkan. Pihaknya juga berkomitmen untuk lebih aktif turun ke sekolah guna memastikan distribusi dan pemahaman menu berjalan baik.

Di sisi lain, pihak sekolah menilai perlu adanya komunikasi yang lebih intens antara SPPG dan sekolah, terutama terkait edukasi kandungan gizi kepada siswa.

Baca Juga:   Pria Penginjak Al Qur'an di Garut Menangis Minta Maaf kepada Seluruh Umat Muslim

“Kalau ada kunjungan rutin dari ahli gizi untuk menjelaskan menu dan kandungan gizinya, tentu akan lebih membantu kami dan siswa,” ujar perwakilan sekolah.

Pihak sekolah juga mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka menunggu kehadiran perwakilan SPPG untuk berdiskusi secara langsung, mengingat komunikasi tidak langsung dinilai kurang efektif. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *