GOSIPGARUT.ID — Proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) hingga Cilacap sudah masuk pada tahap pembebasan lahan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut pun menyambut baik, karena pembangunan jalan tol akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.
“Iya, kami menyambut baik ini akan bermapak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Garut,” ujar Wakil Bupati Helmi Budiman, Selasa (15/12/2020).
Kendati demikian, terang dia, Pemkab Garut dalam pembangunan jalan tol hanya sebagai penerima manfaat. Sebab, seluruh kebijakan dan teknis pembangunan merupakan kewenangan Pemerintah pusat.
“Ini proyek Pemerintah Pusat jadi segala sesuatunya merupakan kewenangan pusat, kami hanya penerima manfaat,” ungkap Helmi.
Dalam pembebasan lahan, imbuhnya, Pemkab Garut diminta bantuan untuk mengkondisikan para camat dan kepala desa dalam rangka mempermudah pembebasan lahan.
“Termasuk pembayaran kemudian nanti prosesnya itu semua pusat, kami disini hanya diminta bantuan mengkondisikan para camat dan kades,” kata Helmi.
Sementara itu pada proyek pembangunan jalan tol di Kabupaten Garut dibutuhkan lahan sekitar 37,25 kilometer dengan luas mencapai 475,63 hektare di tujuh kecamatan.
Di Kabupaten Garut rencananya akan dibangun dua gerbang tol, yaitu di Kecamatan Banyuresmi dan Kecamatan Cilawu yang berbatasan langsung dengan KabupatenTasikmalaya.
Tujuh kecamatan yang akan terlewati jalan tol diantarnya, Kecamatan Kadungora, Leuwigoong, Leles, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut Kota dan Kecamatan Cilawu. (Rmol)



.png)











