Berita

Kawasan Rumah Pangan Lestari Solusi Ketahanan Pangan di Garut

×

Kawasan Rumah Pangan Lestari Solusi Ketahanan Pangan di Garut

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Enok Rihawati. (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Dalam mempertahankan ketersediaan pangan masyarakat di Kabupaten Garut, Dinas Ketahanan Pangan setempat memiliki inovasi yaitu KRPL (kawasan rumah pangan lestari) melalui kegiatan memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar tempat tinggal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Enok Rihawati mengatakan ketahanan pangan nasional dimulai dari tingkat rumah tangga.

“Kualitas penganekaragaman konsumsi pangan berupa kegiatan kawasan rumah pangan lestari. Jadi kami sampaikan bahwa ketahanan pangan nasional itu dimulai dari ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Oleh karenanya akses rumah tangga terhadap pangan sangat penting sehingga pangan dapat dengan mudah didapat dan selalu tersedia setiap saat,” kata Enok, Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga:   ASEAN Digital Content Summit 2025 Digelar, Satukan Inovator dan Pelaku Industri Kreatif se-Asia Tenggara

Ia menyampaikan, sasaran penerima dari kegiatan KRPL ini biasanya adalah kelompok wanita tani yang memanfaatkan lahan kosong di pekarangan tempat tinggalnya.

“Sasaran penerima dari kegiatan ini adalah kelompok, biasanya adalah kelompok wanita tani yang akan memanfaatkan lahan yang dimilikinya dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” ucap Enok.

Jadi konsep dalam kawasan rumah pangan lestari, lanjutnya, adalah 3E yaitu adalah ekologi, edukasi, dan ekonomi.

“Ekologi menyelamatkan lingkungan dan mengembalikan kesuburan tanah, dan yang kedua edukasinya adalah pendidikan masyarakat terutama untuk generasi mendatang lebih cinta lingkungan. Yang ketiga ekonomi itu dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” kata Enok.

Baca Juga:   Berselisih dengan Warga Garut, Pria Mengaku Jenderal TNI Lapor ke Polda Jabar

Ia menjelaskan, manfaat utama KPRL sendiri adalah sebagai sumber pangan keluarga, baik karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sehingga diharapkan keluarga dapat meningkatkan kualitas gizi dan asupan gizi keluarganya. Selain itu, manfaat pendukungnya adalah meningkatkan pendapatan karena ada penurunan pengeluaran rumah tangga untuk pangan.

“Manfaat pendukungnya tentu peningkatan pendapatan karena ada penurunan pengeluaran rumah tangga untuk pangan. Jadi tidak membeli ke warung tetapi untuk konsumsi keluarga, itu mengambil dari lahan pekarangan, dan dari situ juga diharapkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dapat meningkat,” tutur Enok.

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan DKP, Yani Yuliani, mengatakan salah satu program untuk mengedukasi masyarakat terkait ketahanan di keluarga adalah dengan program kawasan rumah pangan lestari.

Baca Juga:   Semester I 2025, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Bertumbuh

“Salah satu program yang ada di Dinas Ketahanan Pangan merupakan salah satu percontohan bagaimana kita mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan. Ada konsep yang kita kembangkan bagi masyarakat, yaitu kawasan rumah pangan lestari. Di mana kita bisa memotivasi masyarakat untuk mandiri dalam hal penyediaan pangan sebagai pemenuhan kebutuhan gizi keluarga sehari-hari,” ujar dia. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *