Wisata

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Perhutani Garut Terus Kembangkan Destinasi Wisata

×

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Perhutani Garut Terus Kembangkan Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini
Suasana Kamojang Ecopark di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jumat (6/11/2020). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut terus mengembangkan destinasi wisata di kawasan hutan yang dikelolanya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan dan membuat masyarakat lebih sadar lingkungan.

Administratur Perum Perhutani KPH Garut, Nugraha, mengatakan, saat ini terdapat 18 titik destinasi wisata yang dikembangkan di kawasan hutan yang dikelolanya. Beberapa di antaranya terdapat di kawasan Gunung Papandayan, Karacak Valley, dan Kamojang Ecopark. “Sekarang destinasi wisata di lahan perhutani juga terus berkembang,” kata dia, Jumat (6/11/2020).

Menurut Nugraha, Perum Perhutani telah mengembangkan sektor pariwisata sejak 10 tahun terkahir. Saat ini, sektor pariwisata di Perhutani sudah menjadi bisnis ketiga.

Baca Juga:   Tiga Jalur Alternatif Menuju Pantai Selatan Garut, Hindari Macet Lewat Garut Kota

Ia menjelaskan, selama ini Perhutani hanya dikenal dengan produk kayu jati. Selain itu, ada juga getah yang menjadi andalan dari Perhutani. Namun, sekarang, sektor pariwisata mulai terus naik penghasilannya.

Nugraha mengatakan, pengembangan destinasi wisata yang ada di kawasan Perhutani dibagi menjadi dua bagian. Ada destinasi yang dikelola secara mandiri oleh Perhutani, tetapi ada juga yang dikelola dengan kerja sama masyarakat.

Baca Juga:   Banyak Destinasi Wisata Favorit di Pangalengan yang Jalannya Rusak, Pengunjung Mengeluh

Menurut dia, dengan pengembangan wisata ini, lingkungan di kawasan Perhutani dapat lebih terjaga. “Dengan adanya wisata, masyarakat di sekitar wilayah itu lebih sadar untuk menjaga lingkungannya. Selain itu, dari masyarakat sekitar juga terbantu secara ekonomi. Karena kita juga sediakan tempat agar masyarakat bisa memasarkan kerajinannya di destinasi wisata yang ada,” ujar Nugraha.

Baca Juga:   Eksplorasi Pecinan Tertua Jakarta: Panduan Lengkap ke Pasar Glodok

Ia mengatakan, pihaknya juga terbuka jika ada masyarakat yang ingin mengembangkan destinasi wisata di kawasan Perhutani. Kerja sama dengan masyarakat akan dilakukan dengan pola Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). “Jadi posisi masyarakat dikedepankan,” kata Nugraha. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *