GOSIPGARUT.ID — Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) masih belum optimal. Hal tersebut karena sejumlah penyebab, di antaranya dana, sarana, SDM dan PIS-PK belum tersosialisasi di masyarakat.
“Keterbatasan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang tidak sebanding dengan beban kerja SDMK di Puskesmas menjadi salah satu penyebabnya,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Garu, dr. Hj. Marlinda Siti Hana, MKM.
Berbicara pada Workshop Penguatan PIS-PK Menuju Inovasi Puskesmas di Fave Hotel Garut, Jum’at (07/08/2020), ia menyebutkan pada tahun 2018 (data Kemenkes RI) jumlah puskesmas lokus PIS-PK adalah sebanyak 6.205 buah. Tahun 2019 jumlah puskesmas lokus PIS-PK meningkat menjadi 9.993 buah, karena target 2019 semua puskesmas sudah menjadi lokus PIS-PK.
Sementara menurut data Kemenkes RI tahun 2019, persentase kunjungan keluarga dan intervensi awal di Jawa Barat pada Januari 2018 adalah 5,96%, sedangkan pada Januari 2019 adalah 35,24%. Indeks Keluarga Sehat (IKS) Januari 2018 adalah 0,122 sedangkan Indeks Keluarga Sehat (IKS) Januari 2019 adalah 0,144.
“SDM yang terlibat dalam PIS-PK adalah pegawai yang sudah terpapar program PIS-PK, pernah mengikuti pelatihan, dan merupakan staf di program yang terkait langsung dengan program PIS-PK,” ujar Marlinda.
Ia menjelaskan, kegiatan workshop ini dilaksanakan dengan tujuan agar hasil pendataan terintegrasi melalui manajemen puskesmas menghasilkan inovasi untuk Puskesmas. Tujuan Umumnya guna meningkatkan kualitas perencanaan puskesmas berdasarkan kebutuhan masyarakat melalui manajemen puskesmas.
“Tujuan khususnya agar tercipta data dasar yang valid dan dapat digunakan untuk perencanaan tahun berikutnya,” kata Marlinda.
Ia menambahkan, diperlukan upaya pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pemerintah memfokuskan kebijakan pembangunan kesehatan pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) berkualitas yang salah satunya dilakukan melalui pendekatan keluarga yang dikenal dengan PIS-PK, mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan RI No. 39 Tahun 2016.
Dalam menjangkau keluarga, imbuh Marlinda, puskesmas tidak hanya mengandalkan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang ada sebagaimana selama ini dilaksanakan, melainkan juga langsung berkunjung ke keluarga. sasaran dari PIS-PK adalah meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
“PIS-PK dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama, yaitu penerapan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata dia. (Yan AS)



.png)











