GOSIPGARUT.ID — Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga, menyebut tidak ada ancaman yang dilakukan polisi saat melakukan pengamanan pelaku penghina guru di Gedung PGRI Garut.
Polisi melakukan pengamanan karena jumlah massa yang datang hingga 500 orang. Padahal awalnya mediasi itu hanya akan dihadiri 20 orang.
“Polisi menyelamatkan Dede dan membawanya ke kantor karena melihat situasi begitu (ricuh). Kalau ada apa-apa, terlambat nanti kami juga yang salah,” tutur dia dalam keterangan tertulisnya.
Terkait ancaman tembak yang dilayangkan salah seorang perwira polisi, ia menilai hal itu bukan bentuk ancaman.
“Tidak ada bawa senjata segala macam. Dalam situasi seperti itu polisi fokus menyelamatkan Dede. Kalau ada alatnya (senjata) baru disebut ancaman,” pungkasnya.
Kasus penghinaan profesi guru oleh pemilik akun Facebook Dede Iskandar akhirnya telah dilaporkan ke polisi. Namun para guru masih dibuat kesal lantaran ulah salah seorang polisi yang sempat memberi ancaman.
Saat polisi menggiring Dede, massa langsung meluapkan emosinya dengan memukul Dede. Polisi akhirnya bisa memasukkan Dede ke dalam mobil.
Namun insiden kembali terjadi. Massa yang mengelilingi mobil tersebut menyulitkan polisi pergi. Salah seorang perwira polisi lantas diduga sempat mengeluarkan nada ancaman kepada massa.
“Saya tembak kamu,” ujar perwira polisi itu.
Usai melontarkan ucapan itu, mobil pun beranjak dari Gedung PGRI Garut. Ancaman itu tak diterima para guru. Mereka sempat menumpahkan amarahnya kepada sejumlah polisi yang datang. (Rmol)



.png)











