Berita

Viral Petugas Perlintasan KA di Garut Dikeroyok usai Tegur Pemotor Terobos Palang, DPR Minta Pelaku Ditangkap

×

Viral Petugas Perlintasan KA di Garut Dikeroyok usai Tegur Pemotor Terobos Palang, DPR Minta Pelaku Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI, Imas Aan Ubudiah.

GOSIPGARUT.ID — Aksi pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut menuai kecaman setelah rekaman kejadiannya viral di media sosial. Petugas diduga menjadi korban kekerasan setelah menegur seorang pengendara sepeda motor yang nekat menerobos palang perlintasan yang telah ditutup karena Kereta Api Serayu akan melintas.

Peristiwa itu terjadi di pos jaga perlintasan sebidang JPL 227 Leuwigoong, KM 210+8 petak Jalan Karangsari–Cibatu, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam video yang beredar, terlihat tiga pria mendatangi pos jaga dan menganiaya petugas hingga masuk ke dalam ruangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika petugas menutup palang perlintasan sebagai bagian dari prosedur pengamanan perjalanan kereta api. Seorang pengendara motor tetap memaksa melintas dengan menerobos palang yang sudah tertutup.

Baca Juga:   Semester I 2025, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Bertumbuh

Petugas kemudian memberikan teguran kepada pengendara tersebut. Namun, tidak lama berselang, pengendara itu kembali ke lokasi bersama dua orang lainnya dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap petugas.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah serta luka gores pada tangan dan harus mendapatkan penanganan.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung, Kuswardojo, mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Menurut dia, petugas penjaga perlintasan menjalankan tugas untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan.

PT KAI meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus itu dan menangkap ketiga pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.

Di sisi lain, Polres Garut telah melakukan penyelidikan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Herman Saputra mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas para pelaku.

Baca Juga:   Kasus Penyekapan dan Asusila Anak di Tasikmalaya Terungkap, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

Kasus ini turut mendapat perhatian Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI, Imas Aan Ubudiah. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi.

“Petugas penjaga perlintasan itu sedang menyelamatkan nyawa, bukan menghalangi siapa pun. Menutup palang ketika kereta mau lewat adalah tugasnya, dan itu harus dihormati. Membalas teguran dengan kekerasan adalah tindakan kriminal yang tidak bisa dibiarkan,” ujar Imas.

Ia meminta Polres Garut bergerak cepat menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku agar memberikan efek jera.

Baca Juga:   Garut akan Kedatangan Pemudik dari Jabodetabek Sebanyak 230.941 Orang

Menurut Imas, negara juga perlu memberikan perlindungan yang lebih baik kepada petugas perlintasan kereta api yang setiap hari bertugas di lapangan. Ia mendorong PT KAI melengkapi pos penjagaan dengan kamera pengawas (CCTV), memperkuat sistem pelaporan darurat, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan.

“Kekerasan terhadap petugas yang sedang bertugas adalah kekerasan terhadap sistem keselamatan publik. Harus ada efek jera yang nyata,” kata Imas.

Perlintasan sebidang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan apabila pengguna jalan mengabaikan rambu maupun instruksi petugas. Karena itu, kepatuhan terhadap penutupan palang dan aturan lalu lintas di perlintasan kereta api menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *