GOSIPGARUT.ID — Perumda Air Minum Tirta Intan Garut menargetkan cakupan layanan air bersih mencapai 70 ribu sambungan rumah (SR) sepanjang 2026. Target tersebut dibarengi dengan upaya menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, mengatakan perluasan jumlah pelanggan tidak dapat dipisahkan dari peningkatan efisiensi sistem distribusi air. Menurutnya, pengurangan kehilangan air menjadi salah satu prioritas perusahaan agar air yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Kami menargetkan peningkatan jumlah sambungan rumah hingga 70 ribu. Namun, target tersebut harus diimbangi dengan upaya menekan kehilangan air agar pelayanan kepada pelanggan semakin baik,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan, kehilangan air masih terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari kebocoran pada jaringan perpipaan hingga adanya sambungan ilegal. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian air yang telah diproduksi tidak sampai kepada pelanggan sehingga memengaruhi efektivitas pelayanan.
Karena itu, Perumda Air Minum Tirta Intan Garut terus melakukan berbagai langkah perbaikan guna menekan tingkat kehilangan air. Selain meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, upaya tersebut juga diharapkan mampu mengurangi biaya operasional perusahaan melalui distribusi air yang lebih efisien.
Saat ini, tingkat Non-Revenue Water (NRW) Perumda Air Minum Tirta Intan Garut masih berada di kisaran 33 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan target pemerintah pusat yang mendorong perusahaan daerah air minum menekan kehilangan air hingga 25 persen.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Perumda Air Minum Tirta Intan Garut menjalin kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dalam penerapan teknologi pengendalian jaringan distribusi air. Melalui kolaborasi itu, sejumlah perangkat pemantauan akan dipasang di berbagai titik jaringan distribusi guna mendeteksi potensi kebocoran secara lebih cepat dan akurat.
Dadan mengatakan, penerapan teknologi modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus menurunkan tingkat kehilangan air secara bertahap. Dengan demikian, pasokan air bersih kepada pelanggan dapat berlangsung lebih stabil dan efisien.
“Kami optimistis modernisasi sistem distribusi yang didukung teknologi ini akan membantu menekan kehilangan air secara signifikan. Pada akhirnya, masyarakat akan memperoleh layanan air minum yang lebih baik,” katanya.
Menurut Dadan, kombinasi antara perluasan layanan hingga 70 ribu sambungan rumah dan penguatan sistem distribusi menjadi strategi utama perusahaan dalam menghadapi peningkatan kebutuhan air bersih di Kabupaten Garut. Melalui langkah tersebut, Perumda Air Minum Tirta Intan Garut berharap dapat menghadirkan pelayanan air minum yang semakin berkualitas, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Yuyus)



.png)











