Berita

Agen Harry Jaya Berusaha Salurkan Bantuan Sembako Sesuai Pedum BPNT

×

Agen Harry Jaya Berusaha Salurkan Bantuan Sembako Sesuai Pedum BPNT

Sebarkan artikel ini
Kios milik agen BPNT Harry Jaya di Kampung Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Di tengah carut marutnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Perluasan yang dilakukan agen (e-warung), ada salah satu agen yang berusaha menyalurkan bantuan sembako itu sesuai pedoman umum (Pedum) BPNT. Agen dimaksud adalah Harry Jaya, beralamat di Kampung Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut.

Agen Harry Jaya sudah memiliki toko sembako sejak lama. Jadi, bukan hal yang sulit ketika harus melayani kebutuhan kelompok penerima manfaat (KPM). Untuk memaksimalkan potensi di Desa Pananjung, komoditi yang dibutuhkan KPM pun berasal dari petani dan peternak setempat yang memiliki kwalitas baik.

Menurut pemilik agen tersebut, Harry, motivasi menjadi agen agar bisa berinteraksi langsung dengan KPM yang memiliki beragam karakter. Selain itu juga memberikan pemahaman kepada KPM tentang program BPNT dan manfaat yang harus dirasakan oleh KPM.

Baca Juga:   Legislator Demokrat Garut: Hukuman untuk Agen BPNT Nakal Kewenangan Bank

Pada saat launching penyaluran sembako, sebanyak 125 KPM yang datang mendapatkan nomor antrian. Setelah mendapatkan nomor antrian, KPM yang menunggu giliran disediakan tempat duduk yang memadai sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Protokol kesehatan pun dilaksanakan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak aman.

Setelah KPM mendapatkan giliran baru dilakukan penggesekan untuk mendapatkan struk. Setelah struk keluar baru KPM memilih komoditas (beras, telur, daging ayam, buah, dan sayuran) sesuai aturan BPNT.

Baca Juga:   Barangnya Busuk dan Bau, Penerima Manfaat Bantuan Pangan di Banyuresmi Mengeluh

“KPM setelah mendapatkan struk baru menukarkan dengan sembako ditimbang di depan KPM. Setelah sesuai diakhir baru dicek dan KPM menandatangani bukti pengambilan sembako,” jelas Harry.

Ia menerangkan, bagi KPM yang rumahnya jauh dari lokasi agen disediakan angkutan umum sehingga KPM tetap bisa memilih komoditas tanpa ada pemaketan.

Upaya tersebut, tambah Harry, dimaksudkan agar KPM memahami hak mereka untuk mendapatkan sembako yang sesuai sekaligus memberikan pemahaman bahwa program BPNT bertujuan membantu pemenuhan gizi sehari- hari KPM.

“Melaksanakan Pedum itu tidak sulit, melainkan sangat mudah jika dilaksanakan dengan tanggung jawab untuk menjalankan amanah. Agen tetap punya keuntungan yang rasional dan KPM tetap mendapatkan haknya sehingga tujuan program BPNT betul-betul tepat sasaran,” kata dia.

Baca Juga:   Kades Cisewu Akui yang Selenggarakan Sosialisasi BPNT, Suplayer Sembako Minta Maaf

Salah seorang KPM bernama Euis mengaku puas atas penyaluran sembako di agen Harry Jaya. Selain komoditasnya memiliki kwalitas bagus, berat komoditas pun dihitung kilogram bukan satuan sehingga telur dan ayam bisa mendapatkan banyak dan bisa berbagi kepada yang lain.

“Telur di sini satu kilogramnya bisa mencapai 24 hingga 29 butir, tergantung besarnya,” ujar dia. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *