Opini

Hati-hati dengan Utang dan Investasi China (Oleh: Asep Lukman)

×

Hati-hati dengan Utang dan Investasi China (Oleh: Asep Lukman)

Sebarkan artikel ini
Asep Lukman. (Foto: Istimewa)

SUATU saat Mardigu Wowik pergi ke Konawe. Dia begitu kaget melihat tobong pembakar setinggi 20-25 meter yang konon didatangkan dari China. Kaget, karena sadar itu teknologi 20-30 tahun yang lalu alias barang bekas.

“Kenapa Indonesia mau membeli barang bekas?” pikir Mardigu seraya hal itu ia katakan dengan lantang kepada teman satu mobilnya.

Temannya nanya, “Kenapa emang?”

Baca Juga:   Usulan Diundurnya Jadwal Pemilu Dicurigai Atas Pesanan Oligarki

Jawab Mardigu, “Saya khawatir Indonesia ditipu.”

Mardigu ingat masa lalunya sebagai orang yang terlibat jual barang teknologi bekas dengan harga seperti baru. Dibayar dicicil alias diutangkan supaya berbunga juga.

Semisal menjual pabrik pengelolaan plastik usia 20 tahun dari Pasuruan ke Malayasia. Dibeli seorang teman di Malaysia karena tawaran dapat dicicil pembayarannya tentu dengan harga tinggi berikut ditambah bunganya (leasing).

Baca Juga:   Idulfitri, Dedi "Bapa Aing" Mulyadi dan Perlawanan terhadap Kebodohan Sistemik di Tanah Sunda

Temannya malah kaget, tapi ujungnya ketawa-ketawa.

“Kenapa bro”? Mardigu balik bertanya.

“Di Morowali tobong yang kaya gini ada ribuan jumlahnya,” jawab temannya singkat. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *