Berita

Kadesnya Bagi-bagi Sembako, Keluarga Miskin di Sukajaya Ini Gigit Jari

×

Kadesnya Bagi-bagi Sembako, Keluarga Miskin di Sukajaya Ini Gigit Jari

Sebarkan artikel ini
Hanhan Hadiana, istri, dan keempat anaknya. (Foto: Trabela SN)

GOSIPGARUT.ID — Seperti desa-desa lainnya yang saat ini tengah gencar membagi-bagi bantuan sembako bagi warga terdampak pandemi virus corona (Covid-19), begitu pula dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Dengan menggunakan dana desa untuk alokasi dana gotong royong yang besarannya mencapai Rp10 juta tiap RW, desa ini pun mengaloksikan dana tersebut dengan jenis bantuan sembako kepada warganya.

Namun sayangnya, jika di banyak desa tetangganya — seperti Desa Pamalayan dan Panggalih — penerima bantuan sembako tersebut melibatkan hampir semua warganya, tidak begitu dengan yang terjadi di Sukajaya.

Di desa ini, seperti hasil pantauan GOSIPGARUT.ID, penerima bantuan sembako itu terkesan hanya melibatkan orang-orang tertentu. Bahkan ada warga yang status ekonominya tergolong mampu, menerima bantuan. Sementara warga miskin yang benar-benar perlu dibantu malah gigit jari.

Baca Juga:   Garut Tolak Geng Motor dan Penggunaan Kendaraan yang Langgar Hukum

Malangnya lagi, bukan hanya dalam pembagian bantuan sembako kali ini saja warga miskin di Kampung Kersamenak, RT 03/RW 05, Desa Sukajaya, tersebut luput dari bantuan. Sementara dalam beragam bantuan untuk keluarga miskin yang pernah dikucurkan pun, selalu terlewati.

Suatu waktu, warga miskin ini pernah diiming-imingi oleh salah seorang oknum akan mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu). Warga itu disarankan untuk membuat proposal pengajuan bantuan. Tetapi, pengajuan tinggal pengajuan, yang dapat bantuan rutilahu tetep warga lainnya.

Padahal rumah milik Hanhan Hadiana (47) itu benar-benar sudah tidak layak huni dan perlu dibantu. Rumah berukuran 3 x 4 itu kondisinya sudah lapuk karena terbuat dari bambu. Dihuni oleh enam orang, yakni Hanhan, istrinya Tati Nuryati (37) dan empat orang anaknya yang masih kecil-kecil.

Baca Juga:   Sukajaya, Desa Kelima di Kecamatan Cisewu Garut yang Memiliki Mobil Siaga

“Sering muncul rasa takut jika sedang datang hujan atau angin besar, sebab bisa-bisa rumah saya roboh tidak tahan oleh guyuran hujan dan tiupan angin,” kata Hanhan, yang bermatapencaharian sebagai pekerja serabutan itu.

Ia mengaku, punya penghasilan hanya mengandalkan orang yang mau menggunakan jasa tenaganya. Di saat pandemi Covid-19 sekarang ini yang menggunakan tenaga Hanhan sangat kurang, yang otomatis berimplikasi pada berkurangnya penghasilan dia juga.

Rumah keluarga Hanhan yang tidak layak huni. (Foto: Trabela SN)

“Jadi, kalau ada semacam bantuan sembako dari desa itu, bagi kami sangat membantu. Untuk ukuran kami yang tidak punya penghasilan tetap, masalah pencukupan kebutuhan sehari-hari adalah sangat berat,” timpal Tati, istrinya Hanhan.

Menanggapi informasi adanya keluarga miskin di desanya luput dari daftar penerima bantuan sembako yang telah digulirkan itu, Kepala Desa Sukajaya Pujarsono, mengakui memang tidak semua warganya tercover oleh bantuan sembako yang bersumber dari dana gotong royong RW.

Baca Juga:   Sepanjang 10 Kilometer Jalan Baru di Garut Sudah Dapat Dipergunakan

Menurut dia, masih banyak bantuan yang akan dikucurkan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Bantuan tersebut ada yang dari Pemkab Garut, Pemprov Jawa Barat, dan pemerintah pusat.

“Nah untuk warga miskin itu (keluarga Hanhan) bisa tercover oleh bantuan lain di luar bantuan sembako dana gotong royong RW. Bisa saja mendapat bantuan dari Pemkab, Pemprov, atau pemerintah pusat. Kami tidak mengharapkan ada penerima bantuan yang menerima ganda,” ujar Pujar.

Pertanyaannya kemudian, bantuan untuk keluarga Hanhan yang katanya bersumber dari Pemkab, Pemprov, pemerintah pusat, kapan turunnya? Sementara kondisi warga ini sudah lama lapar. (Trabela SN)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *