oleh

Mencontoh Sukabumi, Baznas Garut Tertarik untuk Ciptakan Desa Sadar Zakat

GOSIPGARUT.ID — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Aas Kosasih, mengaku tertarik untuk menciptakan desa-desa sadar zakat di Kabupaten Garut. Ketertarikannya itu muncul setelah pihaknya melakukan study banding ke Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, di mana di sana terdapat sejumlah desa yang sadar akan zakat.

“Di desa itu sudah berjalan mekanisme bagaimana pengelolaan zakat dengan baik, sehingga nilai dan kemanfaatan ZIS sudah dirasakan. Desa Nangerang misalnya, terkenal di Jawa Barat dan nasional. Bukan hanya Garut, bahkan Baznas dari kabupaten yang lain pun pernah berkunjung kepada desa tersebut,” kata dia ketika menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pelatihan pengelolaan ZIS tingkat UPZ desa/kelurahan se-Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Mahasiswa Uniga Buat Tutorial Pembuatan 'Hand Sinitizer' untuk Masyarakat

Aas menuturkan, untuk merealisasikan desa sadar zakat di Kabupaten Garut, pihaknya mendorong para pengurus ZIS tingkat desa/kelurahan untuk menimbulkan gairah desa sadar zakat seperti yang terjadi di desa Nangerang, Kabupaten Sukabumi itu. Bukan hal mustahil, lanjut dia, jika di Garut pun bisa ada 10 atau 20 desa yang menjadi percontohan sebagai desa sadar zakat.

Selain tertarik dengan desa sadar zakat, pihak Baznas Garut pun mengaku tertarik dengan pengelolaan zakat mal di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan sebagainya yang dilakukan Baznas Kabupaten Indramayu. Dengan pengelolaan zakat mal seperti ini, Baznas Indramayu bisa mengumpulkan zakat mal pertanian minimal sebesar Rp750 juta per bulan.

Baca Juga:   Berperan dalam Kemaslahatan Umat, Ketua Baznas Garut Raih Anugerah BKPRMI

“Alangkah baiknya setelah saya melihat potensi yang ada di pedesaan ini, untuk bidang sawah (padi), menurut data dari BPS, terdapat sampai 1 juta ton. Apabila 10%, 100.000 ton x Rp4 juta per ton-nya, adalah hampir Rp400 miliar. Belum dari palawija dan lain sebagainya. Setelah hitung-hitung data dari BPS ini, potensi di pedesaan lebih dari Rp800 miliar per tahun,” jelas Aas.

“Zakat itu ada dua yakni zakat fitrah dan zakat mal. Seperti sudah kita maklumi, pada setiap menjelang lebaran, kaum muslimin pasti mengeluaran zakat fitrah. Sementara zakat mal sebetulnya banyak sekali, ada 12 jenis zakat, dan zakat mal yang paling besar ada di pedesaan,” sambung dia.

Baca Juga:   Baznas Garut Sasar Potensi Zakat ke Petani Tembakau

Menyinggung soal Bimtek yang telah digelar, ia menerangkan, diperuntukkan bagi para pengurus ZIS tingkat desa/kelurahan se-Kabupaten Garut. Dihadiri 178 UPZ desa/kelurahan di tahap pertama. Sedangkan tahap kedua dan ketiga juga akan dilaksanakan, sampai seluruh desa/kelurahan di Garut bisa menjadi pengurus yang mengantongi surat keputusan (SK). (Yuyus)

Komentar

Berita Terkait