GOSIPGARUT.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut mencatat kini terdapat 398 sumber mata air bersih yang tersebar di 42 kecamatan. Sumber mata air tersebut sebagian berada di atas lahan milik warga, lahan Perum Perhutani, dan tanah carik desa. Masing-masing debit airnya bervariasi.
“Namun seluruh kondisinya telah dilakukan pengkajian awal. Masih perlu dianalisa upaya pemenuhannya bagi kebutuhan seluruh penduduk Garut yang populasinya sekitar 2,6 juta,” kata Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR Gun Gun Sukma Utama.
Ia menjelaskan, sebagian dari sumber mata itu terbilang sumber mata air baru. Semisal di Kecamatan Banjarwangi yang dapat mengairi areal pertanian pada beberapa desa, dan di Kecamatan Peundeuy yang dapat mengairi sekitar 15 hektare lahan pertanian.
“Pada 2020 ini, sumber mata air Cibolerang, dan Ciburial dalam penguasaan Pemkab Garut sebagai salah satu upaya pemenuhan sumber hajat hidup orang banyak,” ujar Gun Gun.
Berkenaan perlunya dilakukan feasibility study (FS) atau uji kelayakan mengenai pemanfaatan potensi sumber-sumber mata air di Garut, ia berharap hal itu idealnya bisa dilaksanakan dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Dinas PUPR sendiri.
Sebelumnya, Wabup Helmi Budiman menginstruksikan Dinas PUPR Garut agar melakukan FS terhadap keberadaan sumber mata air di Garut. Hal itu perlu dilakukan guna mengetahui nilai kelaikan implementasinya dengan berbagai aspek analisa. Termasuk manfaat, dan keuntungan yang akan diperoleh masyarakat.
“Nantinya, jumlah dana mesti diinvestasikan juga dapat diketahui. Sehingga (program pemanfaatan sumber mata air) dapat diimplementasikan,” kata Helmi.
Ia sempat menyebutkan adanya temuan sumber air anak sungai Cimanuk di Kecamatan Cibatu yang diperkirakan dapat memenuhi lahan pertanian di lima desa. (IK/Zainulmukhtar)



.png)











