Berita

Resbob Akhirnya Buka Suara: Minta Maaf ke Warga Sunda atas Ucapan Saat Streaming

×

Resbob Akhirnya Buka Suara: Minta Maaf ke Warga Sunda atas Ucapan Saat Streaming

Sebarkan artikel ini
Resbob atau Muhammad Adimas Firdaus.

GOSIPGARUT.ID — Streamer dan konten kreator Muhammad Adimas Firdaus, atau yang lebih dikenal dengan nama Resbob, akhirnya angkat bicara terkait ucapannya yang menuai kecaman karena dianggap menyinggung masyarakat Sunda. Melalui sebuah pernyataan resmi, Resbob menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf mendalam kepada seluruh warga Indonesia, khususnya masyarakat Sunda.

“Secara resmi, saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf terkait salah satu ucapan saya saat streaming di Surabaya waktu lalu,” ujar Resbob membuka pernyataannya.

Ia mengakui bahwa perkataannya dalam siaran tiga hari lalu itu dianggap menyinggung suku tertentu, padahal menurutnya tidak pernah terlintas sedikit pun niat untuk melakukan hal tersebut.

Baca Juga:   Bupati Garut Minta Para Kontraktor Proyek untuk Menegakkan Standar Kualitas yang Tinggi

“Saya sendiri masih tidak percaya ucapan itu keluar dari mulut saya. Mustahil dan tidak masuk akal bagi saya mengucapkannya, apalagi terkait Suku Sunda,” kata dia.

Mengaku Dibesarkan oleh Ibu Sambung Berdarah Sunda

Dalam penjelasannya, Resbob menegaskan bahwa dirinya memiliki kedekatan budaya yang kuat dengan masyarakat Sunda. Meski lahir dari ibu kandung bersuku Padang, ia justru tumbuh dari kecil dalam asuhan ibu sambung yang berasal dari Tasikmalaya.

“Saya dididik sejak umur 2 tahun oleh ibu sambung yang berdarah Sunda. Selain itu, saya juga dibimbing oleh kiai yang juga orang Sunda, yaitu Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dari Majalengka,” tuturnya.

Karena itu, ia mengaku tidak pernah memiliki masalah ataupun rasa benci terhadap masyarakat Sunda sepanjang hidupnya.

Baca Juga:   Lucky Hakim Minta Maaf Liburan ke Jepang Tanpa Izin, Siap Terima Sanksi

Sebut sebagai ‘kecelakaan murni’

Resbob tidak membantah bahwa ucapannya telah melukai banyak pihak. Ia menilai kejadian tersebut sebagai kekhilafan yang terjadi di luar kesadarannya.

“Saya sadar ucapan itu sangat sensitif dan tidak ada alasan pembenaran. Ini adalah kecelakaan murni. Saya mohon maaf dunia akhirat, lahir batin, setulus-tulusnya,” ucapnya.

Permintaan maaf itu secara khusus ia tujukan kepada ibu sambungnya yang ia panggil “Umi”, serta kepada sang guru besar yang selama ini ia hormati.

“Umi, maafin ya Umi. Kepada Kiai Asep, saya tidak pernah berniat mengecewakan beliau,” katanya.

Baca Juga:   Hingga Agustus 2025, KAI Logistik Kelola Lebih dari 15 Juta Ton Barang

Berjanji Tidak Mengulangi

Menutup pernyataannya, Resbob kembali menegaskan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Sunda dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Sekali lagi, kepada semua orang Sunda di manapun berada, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya janji tidak akan pernah mengulangi hal ini lagi, apa pun itu,” ujarnya.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran besar baginya dan memohon doa agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

“Mudah-mudahan Allah membimbing saya, memberikan hidayah, dan menuntun saya ke jalan yang benar. Amin,” pungkasnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *