Berita

Sebelum Menyiram oleh Air Mendidih, Suami di Garut Pukul Istrinya dengan Sarung Golok

×

Sebelum Menyiram oleh Air Mendidih, Suami di Garut Pukul Istrinya dengan Sarung Golok

Sebarkan artikel ini
Hendar (berkaus biru), tersangka penyiram istrinya dengan air mendidih. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Hendar (25), bapak satu anak asal Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut menyiram istrinya, SA, menggunakan air mendidih. Akibat siramannya itu, kulit punggung SA melepuh sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelum menyiram sang istri dengan air panas, Hendar sempat memukul istri dengan sarung golok yang terbuat dari kayu. “Setelah itu, baru disiram (air mendidih),” ujar Hendar di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Garut, Rabu (8/1/2020).

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini dipicu permasalahan sepele, yaitu semut dalam makanan yang hendak disantap Hendar. Ia menceritakan ulah horornya tersebut kepada wartawan.

Baca Juga:   Rumah Semi Permanen Milik Dodon Sutisna di Cibalong Ludes Terbakar, Korban Merugi Rp60 Juta

“Jadi awalnya saya mau makan. Saat saya lihat, sayur daun pepaya yang mau dimakan ternyata banyak semutnya. Saya pikir karena istri nggak bersih cuci panci,” kata dia.

Hendar menegur istrinya. Namun ia mengaku malah dimaki-maki oleh sang istri.

Istrinya menuduh Hendar berselingkuh. “Katanya, kalau mau enak, dimasakin saja sama pacar kamu. Saya di situ emosional karena saya tidak merasa memiliki pacar,” kata Hendar.

Baca Juga:   Akses Jalan Menuju SDN Mekarmukti 1 Hanya Setapak di Semak Belukar

Ia mengaku spontanitas memukul istrinya menggunakan sandal jepit. Sebelum menyiram sang istri dengan air panas, Hendar sempat memukul istri dengan sarung golok yang terbuat dari kayu.

Hendar kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia ditahan di Mako Polres Garut. Sedangkan sang istri hingga saat ini masih dirawat intensif di Puskesmas Cibalong. (dtc)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *